Bagikan:

Cilacap Gagas Kampung Cabai Inovatif, Apa Kelebihannya?

Kampung cabai di Cilacap juga diharapkan mampu menampung cabai jika jumlah cabai di pasaran tengah membludak dan harga jatuh. Diantaranya, dengan mengolak cabai untuk berbagai produk.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 19 Jan 2017 12:33 WIB

Cilacap Gagas Kampung Cabai Inovatif, Apa Kelebihannya?

Ilustrasi bertanam sayuran di pekarangan rumah. (Foto: Muh Ridlo Susanto/KBR)


KBR, Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mendorong pembentukan Kampung Cabai Inovatif. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai di masa mendatang dan menekan inflasi.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Cilacap, Taryo mengatakan Kampung Cabai Inovatif itu merupakan salah satu kesepakatan Tim Pemantau dan Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Taryo mengatakan harga cabai ditengarai turut memicu inflasi Cilacap 2016 sebesar 2,77 persen. Meski masih lebih rendah dibanding angka inflasi secara nasional yang mencapai 3,02 persen, namun inflasi di kabupaten pesisir selatan ini lebih tinggi dibanding inflasi Provinsi Jawa Tengah yang hanya 2,32 persen.

Taryo menjelaskan, masyarakat di kampung cabai terpilih nantinya akan menanam cabai untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga warga, sekaligus menopang suplai cabai di pasaran lokal.

Kampung cabai ini juga diharapkan mampu menampung cabai jika jumlah cabai di pasaran tengah membludak dan harga jatuh. Diantaranya, dengan mengolak cabai untuk berbagai produk. Misalnya, sambal pecel kering, bumbu dapur kering dan cabai giling kering.

"Saat kita rapat dengan TPID, salah satu yang muncul di situ kan, untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai yang sekarang ini terjadi. Itu berpengaruh terhadap inflasi di Kabupaten Cilacap. Karena itu, akan dibentuk Kampung Cabai Inovatif. Nanti juga ada gerakan menanam cabai dan juga program Desa Mandiri Cabai. Sekarang untuk semua rencana itu masih digodok oleh tim. Tahun 2017 ini diharapkan sudah bisa operasional," kata Taryo di Cilacap, Kamis (19/1/2017).

Taryo menambahkan produk makanan berbasis cabai akan dipasarkan dengan cara pemasaran konvensional maupun online. Taryo mengklaim, UMKM Cilacap juga telah memiliki situs dan jejaring pemasaran sendiri.

Selain Kampung Cabai, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga membuat program gerakan tanam cabai yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), kelompok perempuan seperti Dharma Wanita, PKK dan kelompok wanita tani, serta siswa sekolah.

Pemerintah Kabupaten Cilacap juga mendorong masyarakat menanam berbagai sayuran dan kebutuhan sehari-hari di pekarangan rumah. Penanaman sayuran itu diantaranya bisa menggunakan media pot, hidroponik, atau teknik vertikultur (menanam pada medium vertikal seperti pipa pralon untuk lahan sempit).

Kenaikan harga cabai terjadi sebulan menjelang Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Setelah sebelumnya sempat turun usai Lebaran 2016, harga cabai kembali melonjak bahkan menyentuh angka Rp200 ribu per kilogram. Saat ini harga cabai mulai berangsur turun.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending