BMKG: Siap-siap, Riau Segera Masuk Musim Kemarau

BMKG mengingatkan agar semua pihak bersiap melakukan upaya pencegahan terhadap meningkatnya angkat kebakaran lahan dan hutan.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 13 Jan 2017 15:32 WIB

Author

Yudi Rachman

BMKG: Siap-siap, Riau Segera Masuk Musim Kemarau

Seseorang berlarian menghindari kepulan asap dari lokasi kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/1/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan wilayah Riau akan memasuki musim kemarau pada Februari mendatang.

BMKG mengingatkan agar semua pihak bersiap melakukan upaya pencegahan terhadap meningkatnya angkat kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Sugarin mengatakan pemerintah provinsi Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD (BPBD) dan BMKG akan segera menggelar rapat sebagai upaya untuk menghadapi bencana kebakaran lahan dan hutan di wilayah Riau.

"Memang kondisi cuaca, musim hujan trennya akan menurun dan akan memasuki musim kemarau di bulan Februari. Makanya kita akan adakan rapat bersama Gubernur, rapat Karhutla untuk antisipasi pencegahan menghadapi musim kemarau di bulan Februari," kata Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Sugarin kepada KBR.

Kepala Stasiun BMKG Pekabaru Sugarin menambahkan, beberapa hari terakhir di Riau angka titik panas (hotspot) mengalami naik turun. Namun jumlah titik panas belum mengkhawatirkan karena masih mengalami curah hujan di daerah rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Baca juga:


Dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau, polisi sempat meyidik 15 perusahaan yang diduga menjadi pelaku pembakaran pembakaran lahan untuk pembukaan lahan perkebunan. Namun, penyidikan kasus itu dihentikan Kepolisian Daerah Riau dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentikan Penyidikan (SP3).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia