Pulangkan Anggota Gafatar, Pemda Yogya Mengaku Belum Punya Dana

50 warga Yogyakarta tercatat sebagai anggota Gafatar dan telah pindah ke Kalimantan. Mereka terdiri dari orang tua hingga balita.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 21 Jan 2016 19:08 WIB

Author

Risna Sari

Pulangkan Anggota Gafatar, Pemda Yogya Mengaku Belum Punya Dana

Seorang anggota Sat Brimob Polda Kalbar mendampingi beberapa warga anggota Gafatar saat hendak dievakuasi dari permukiman mereka yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Anti

KBR, Yogyakarta- Pemda DIY mengaku belum memiliki dana dan rencana untuk membawa pulang sekitar 50 warga Yogyakarta yang bergabung dalam kelompok Gafatar.

Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) DIY, Agus Supriyanto mengatakan dana pemulangan menjadi kendala pemerintah daerah dan keamanan. Pemda tidak mengantongi dana untuk memulangkan warga yang pindah tanpa disertai surat kepindahan resmi. Saat ini yang dilakukan hanyalah sebatas koordinasi antara Pemda DIY, kabupaten serta Polisi.

" Saat ini kami tidak ada dana itu,jadi semuanya harus lapor ke Gubernur ada tidak dana talangan atau atau dari anggaran lain,"ujar Agus melalui telpon, Kamis (21/1/2016). 

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Polda DIY Anny Pudjiastuti mengatakan hanya bertugas untuk mengelola keamanan. Sementara anggaran kepulangan anggota Gafatar bukan merupakan kewenangannya.

Kepolisian, kata dia, hanya bekerjasama dengan pemerintah kabupaten untuk menyiapkan masyarakat sekitar tempat tinggal anggota Gafatar. Tujuannya agar masyarakat bisa menerima, sehingga tidak ada masalah baru.

Data Polda DIY menunjukan sekitar 50 warga Yogyakarta tercatat sebagai anggota Gafatar dan telah pindah ke Kalimantan. Mereka terdiri dari orang tua hingga balita. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18