Peduli Sungai Jangkok, Anak Muda Mataram Galang Dana Beli 'Trash Wheel'

Alat pembersih sampah bernama "Trash Wheel" itu akan ditempatkan di hilir sungai Jangkok untuk memblok sampah agar tidak masuk ke laut.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 08 Jan 2016 19:20 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Peduli Sungai Jangkok, Anak Muda Mataram Galang Dana Beli 'Trash Wheel'

Alat pembersih sampah otomatis

KBR, Mataram - Wajah Sungai Jangkok yang membelah kota Mataram, NTB saat ini tidak seperti dulu yang jernih dan bebas dari sampah.

Kini sungai besar itu dijejali sampah rumah tangga maupun sampah industri yang mengalir sampai ke laut.

Sekelompok pemuda dari Ampenan Kota Mataram yang menamakan diri Semeton Ampenan berupaya menjernihkan kembali sungai tersebut agar tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
 
Koordinator Semeton Ampenan Zia Helmi mengatakan saat ini kelompoknya rajin berkampanye agar warga Mataram tidak lagi membuang sampah di sungai.

Selain itu, beberapa kegiatan lokal juga digelar untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
 
"Pergerakan kami memang awalnya pemuda-pemuda sekitar yang hidup dan besar di sekitar Sungai Jangkuk itu. Kami awalnya tidak mengatahui dampak besar dari sampah yang dikirim ke laut, tetapi kami memulai pergerakan ini sejak tahun 2013," kata Helmi, di Mataram, Jumat (8/1/2016).

"Kami rindu kondisi sungai kami yang dulu, karena waktu kami kecil sungai itu asri, indah. Kami berlibur di pinggir sungai. Bahkan saking jernihnya kami bisa melihat mata udang yang berenang disana, itulah akhirnya yang membuat kami berbuat," kata Helmi.

Semeton Ampenan bekerjasama dengan lembaga pecinta lingkungan luar negeri berupaya mendatangkan mesin pembersih sungai otomatis.

Alat pembersih sampah bernama "Trash Wheel" itu akan ditempatkan di hilir sungai Jangkok untuk memblok sampah agar tidak masuk ke laut.

Trash Wheel diproduksi secara terbatas di Amerika. Saat ini mesin serupa digunakan di sungai Baltimore Amerika dan Rio Janeiro, Brazil.
 
Trash Wheel itu direncanakan akan didatangkan tahun ini dengan biaya sekitar 1,5 juta dolar Amerika.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemuda Ampenan segera menggelar festival musik internasional dalam rangka penggalangan dana.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Di Bawah UU Baru KPK

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8

Parlemen Korsel Ajukan RUU 'Sulli' untuk Atasi Serangan Komentar Jahat di Medsos