PDAM Kota Kupang Gratiskan 2,500 Sambungan Baru

Pada tahap awal, akan dilakukan penyambungan jaringan ke 1,600 keluarga miskin sesuai persetujuan DPRD setempat.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 08 Jan 2016 18:53 WIB

Author

Silver Sega

PDAM Kota Kupang Gratiskan 2,500 Sambungan Baru

Seorang bocah mengamati penyaluran air bersih di NTT. (Foto: www.kemendagri.go.id)

KBR, Kupang - Pemerintah Kota Kupang Nusa Tenggara Timur akan menggratiskan penyambungan jaringan air PDAM ke 2,500 rumah keluarga miskin.

Kepala PDAM Kota Kupang Noldi Mumu mengatakan penyambungan jaringan air PDAM akan dilakukan tahun ini.

"Secara konsep Pemerintah Kota Kupang menganggap penyaluran kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Ini setidaknya dengan program dari pemerintah melalui PDAM. Tahun ini kalau tidak ada aral merintang ada sekitar 2,500 warga kota Kupang kategori masyarakat berpenghasilan rendah akan mendapat pemasangan sambungan air dari PDAM kota Kupang secara gratis," kata Noldi Mumu, di Kupang Jumat (8/1/2016).

Kepala PDAM Kota Kupang Noldi Mumu menambahkan, penyambungan ke 2,500 pelangan miskin itu menggunakan alokasi APBD sebesar Rp15 miliar.

Noldi Mumu mengatakan, ribuan calon pelanggan PDAM keluarga miskin merupakan bagian dari target 10 ribu pelanggan yang sudah ditetapkan PDAM.

Pada tahap awal, akan dilakukan penyambungan jaringan ke 1,600 keluarga  miskin sesuai persetujuan DPRD setempat.

Musim kemarau lalu, Warga Kota Kupang mengalami krisis air bersih. Saat berdialog dengan pimpinan media lokal NTT, 27 Desember lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan titik kelemahan NTT berada pada ketersediaan sumber air baku.

Hal itu, menurut Jokowi, menghambat pembangunan di sektor pertanian dan peternakan. Karena itu Presiden Jokowi mendorong pembangunan waduk dan embung sebagai alternatif meningkatkan sumber air baku.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik