Lagi, Pendirian Sanggar Aliran Sapto Darmo di Rembang, Ditolak

Penolakan tersebut disampaikan secara resmi kepada pihak kecamatan setempat. Alasannya menghindari pro kontra di tengah masyarakat.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 23 Jan 2016 19:08 WIB

Author

Musyafa

Lagi, Pendirian Sanggar Aliran Sapto Darmo di Rembang, Ditolak

Sanggar Sapto Darmo yang ditolak di Rembang (Foto: KBR)

KBR, Rembang- Belasan desa di sepanjang jalur Pantura Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah tegas menolak, apabila penganut aliran kepercayaan Sapto Darmo, ingin mendirikan sanggar di desa mereka. Penolakan tersebut disampaikan secara resmi kepada pihak kecamatan setempat. Alasannya menghindari pro kontra di tengah masyarakat.

Camat Kragan, Mashadi menyatakan pihaknya akan tetap memfasilitasi pencarian lokasi tanah, yang bisa dijadikan pembangunan sanggar tempat ibadah penganut Sapto Darmo, setelah calon sanggar di desa Plawangan menuai protes masyarakat. Namun dengan penolakan itu, akan menjadi lebih sulit.

"Intinya Kragan yang pinggir Pantura, semuanya menolak. Mulai dari desa Tanjungan, sampai di ujung barat, desa Sumbersari menyatakan tidak bersedia. Semula Pemkab kan minta bantuan untuk mengidentifikasi desa desa mana saja yang bisa didirikan sanggar Sapto Darmo. Yang mau, aparat desa diminta untuk bermusyawarah dengan masyarakatnya," ungkapnya kepada KBR, Sabtu (23/01).

Sebelumnya, tokoh Sapto Darmo di Kragan, Rembang, Sutrisno, sempat mengincar sebidang tanah di desa Tegalmulyo, yang agak jauh dari permukiman penduduk. Namun, harapan itu kemungkinan besar gagal, setelah desa Tegalmulyo masuk dalam barisan desa yang menolak. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bangun Lumbung Pangan, Jokowi Tunjuk Kemenhan Bukan Kementan