Harga BBM Turun, Sembako Justru Naik

Kenaikan antara lain terlihat pada harga minyak goreng, gula pasir dan telur.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 06 Jan 2016 13:04 WIB

Author

Musyafa

Harga BBM Turun, Sembako Justru Naik

Aktivitas pedagang minyak curah di Pasar Pamotan, Rembang. Meski harga BBM turun, harga minyak curah dan sejumlah kebutuhan lain justru naik. (Foto: Musyafa/KBR)

KBR, Rembang - Penurunan harga BBM belum berpengaruh terhadap turunnya harga kebutuhan pokok. Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, harga kebutuhan pokok justru naik.

Kenaikan antara lain terlihat pada harga minyak goreng, gula pasir dan telur.

Salah satu pedagang di pasar Pamotan, Ukhrija mengatakan harga minyak goreng curah naik dari semula Rp8 ribu menjadi Rp9 ribu perkilogram. Gula pasir dari Rp11 ribu naik menjadi Rp13 ribu perkilogram.

Kenaikan tinggi juga terjadi pada telur, yang semula Rp22 ribu kini meroket hingga Rp24 ribu perkilogram.

Menurut Ukhrija, penurunan harga BBM belum berpengaruh pada harga kebutuhan pokok. Kemungkinan masih harus menunggu perkembangan seminggu kedepan, menyesuaikan harga dari pemasok.

"Petani sekarang belum ada panen, daya beli masyarakat ya turun. Penurunan BBM nggak ada pengaruhnya. Apalagi turunnya sedikit. Biasanya kalau barang banyak, harga turun. Lalu langka, kemudian harga naik lagi," kata Ukhrija kepada KBR, Rabu (6/1).

Seorang ibu rumah tangga di desa Pamotan Rembang, Ambarwati mengatakan harga kebutuhan pokok yang masih tinggi seperti sekarang memberatkan kalangan ekonomi menengah ke bawah. Apalagi penghasilan sehari hari tidak ikut meningkat.

"Penginnya harga sembako turun. Terutama telur, gula pasir dan beras. Penghasilan kan tetap, nggak naik naik, “ keluhnya.

Sebelumnya, pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak, mulai hari Selasa (5/1). Harga solar turun dari Rp6.700 menjadi Rp5.650 perliter, sedangkan premium atau bensin dari Rp7.400 turun menjadi Rp7.050 per liter.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10