Anggaran Kesehatan 2016 Kotawaringin Barat Kalteng Berkurang Puluhan Milyar

Tahun lalu anggaran Dinas Kesehatan sekitar Rp70 miliar. Tahun ini anggaran berkurang menjadi Rp50 miliar. Padahal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur masuk prioritas pembangunan di Kobar.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 06 Jan 2016 16:43 WIB

Author

Alex Gunawan

Anggaran Kesehatan 2016 Kotawaringin Barat Kalteng Berkurang Puluhan Milyar

Salah satu Puskesmas Pembantu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (Foto: pde.kotawaringinbarat.go.id)

KBR, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mengeluhkan turunnya pagu anggaran bidang kesehatan pada APBD Kobar 2016.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Jamin Ginting mengatakan tahun lalu anggaran Dinas Kesehatan sekitar Rp70 miliar. Tahun ini anggaran berkurang menjadi Rp50 miliar. Padahal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur masuk prioritas pembangunan di Kotawaringin Barat.

Saat ini, kata Ginting, masih banyak infrastruktur kesehatan seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan perumahan bagi tenaga kesehatan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Terutama di desa-desa pedalaman.

Ia mencontohkan perumahan bidan yang tidak standar dan beberapa kali menjadi sasaran tindak kriminal.

"Dari segi keamanan, kita menempatkan bidan-bidan di desa yang kondisinya sepi. Penduduknya masih sedikit, tapi bangunan (rumahnya) tidak berpagar. Makanya banyak kasus rumah bidan kita dimasuki orang. Malah mau diperkosa segala," kata Ginting.

Jamin Ginting berharap ada bantuan anggaran tambahan dari pemerintah pusat. Mengenai anggaran APBD Kotawaringin Barat yang sudah disepakati dengan DPRD diharapkan bisa diprioritaskan untuk perbaikan sarana prasarana kesehatan terutama di desa-desa pedalaman.

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan pintu masuk menuju Provinsi Kalimantan Tengah di bagian barat. Data tahun 2015, di daerah ini terdapat satu rumah sakit, 15 Puskesmas dan 76 Puskesmas Pembantu. Rasio Puskesmas dan Pustu terhadap jumlah penduduk adalah 1:2.931, atau satu puskesmas melayani hampir tiga ribu orang. Tenaga medis sebagian besar berupa bidan (120-an orang) dan perawat (140-an orang).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal