covid-19

Politikus PDIP Anggap Penentang Penangkapan Bambang Tak Hormati Proses Hukum

Reaksi keras yang muncul dari masyarakat terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Jumat (23/1) pagi, ditanggapi dingin politikus PDI Perjuangan di DPR.

NUSANTARA

Jumat, 23 Jan 2015 16:57 WIB

Politikus PDIP Anggap Penentang Penangkapan Bambang Tak Hormati Proses Hukum

Politikus PDIP, Bambang, Junimart

KBR, Jakarta – Reaksi keras yang muncul dari masyarakat terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Jumat (23/1) pagi, ditanggapi dingin politikus PDI Perjuangan di DPR.

Menurut Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Junimart Girsang, masyarakat  seharusnya lebih dapat menghormati proses hukum yang ada dan jangan mudah bereaksi.

“Jangan kita kaitkan ini dengan apa namanya pelemahan-pelemahan KPK, bukan begitu. Ya kita mau dengan menghormati hukum, kita mau KPK itu betul-betul bersih dan berjalan sesuai dengan pancasila,” ujar Junimart di Gedung DPR, Jumat (23/1). 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menenangkan diri dalam menanggapi masalah ini.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap oleh aparat Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (23/1) pagi saat sedang mampir di sebuah toko, membeli roti untuk anaknya yang sedang dia antar ke sekolah.

Sementara, terkait dengan kinerja KPK,ia mengatakan,  Komisi III DPR berencana memanggil KPK Senin pekan depan. Pemanggilan tersebut untuk mengevaluasi kinerja KPK selama ini.

“Rencana kami di Komisi III itu hari Senin ya, hari Senin nanti akan mengudang KPK. Mudah-mudahan dalam pertemuan tersebut ya tentu kita akan mengevaluasi sebagaimana fungsi kami, fungsi pengawasan, ya mengevaluasi kinerja dari KPK karena banyak dari tersangka itu kok belum diproses.,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi III berencana menanyakan kasus-kasus yang ditangani KPK yang tak kunjung selesai. Junimart berharap kasus yang ditangani KPK jangan dibiarkan menumpuk dan terbengkalai.

Editor: Anto Sidharta


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?