Pegawai Pemerintah Tak Lagi PNS

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melakukan moratorium pengangkatan pegawai negeri sipil. Sedangkan rekruitmen pegawai pemerintah baru berstatus pegawai dengan perjanjian kerja.

NUSANTARA

Kamis, 22 Jan 2015 11:31 WIB

Author

Eko Widianto

Pegawai Pemerintah Tak Lagi PNS

PNS, pemerintah

KBR, Surabaya - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melakukan moratorium pengangkatan pegawai negeri sipil. Sedangkan rekruitmen pegawai pemerintah baru berstatus pegawai dengan perjanjian kerja.


Sekretaris Kementerian Dwi Wahyu Armaji mengatakan, aparatur sipil negara yang berstatus PNS bakal terbatas. Khusus untuk posisi strategis dan kebijakan. Sedangkan tenaga pelaksana berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Nantinya, guru, dokter, dosen dan bidan tak lagi berstatus PNS. Pegawai pemerintah tak mendapat pensiun seperti PNS.


Kata Dwi, seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Penerapan pegawai pemerintah dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja aparatur negara dan menghemat anggaran untuk gaji pegawai.


"PNS jumlahnya akan terbatas hanya jabatan yang perumus kebijakan. Sedangkan yang fungsional akan masuk PPPK seperti dosen, guru, dokter. Kami belum punya formula. Tetapi kedepan aparatur sipil negara sebagian besar berstatus PPPK," kata Dwi. 


Kementerian tengah melakukan konsultasi publik rancangan peraturan pemerintah tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di Surabaya. Dihadiri pejabat pemerintah di Jawa Timur, lembaga swadaya masyarakat dan perwakilan media. Tujuannya untuk menyerap masukan dan usulan untuk rancangan peraturan pemerintah tersebut.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramadan dan Idul Fitri Jadi Momentum Dorong Konsumsi Masyarakat

Kabar Baru Jam 8

THR 2021 dan Ketentuan Pembayarannya

Kabar Baru Jam 10