Keluarga Korban Penembakan Paniai Desak Bentuk KPP HAM

KBR, Jayapura - Masyarakat dan keluarga korban penembakan di Paniai menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) untuk membentuk Komisi Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP-HAM). Bukan Tim Pencari Fakta atau Tim Gabunga

NUSANTARA

Rabu, 07 Jan 2015 20:03 WIB

Author

Katharina Lita

Keluarga Korban Penembakan Paniai Desak Bentuk KPP HAM

Papua, demo, paniai

KBR, Jayapura - Masyarakat dan keluarga korban penembakan di Paniai menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) untuk membentuk Komisi Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP-HAM). Bukan Tim Pencari Fakta atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Perwakilan keluarga korban yang diwakilkan oleh Ketua Dewan Adat Paniai John Gobay menuturkan pembentukan KPP HAM arahnya jelas akan berakhir di Pengadilan HAM. Pihaknya juga mendesak Komnas HAM RI untuk segera menyikapi hal itu dengan membentuk KPP-HAM yang terdiri dari beberapa anggota Komnas HAM dan unsur masyarakat sipil.

Seperti diamanatkan dalam Pasal 18 ayat (2) UU No. 26/2000 tentang Pengadilan HAM, untuk melakukan investigasi secara kompherensif, tuntas, dan menyeluruh.

“Karena memang meluas ya, serangannya kepada penduduk sipil. Lalu ada indikasi ada komando, ada perintah siaga dari wakapolres akan perintah siaga. Siaga kepada kesatuan yang ada di Paniai. Karena ada pihak ketiga," ujarnya, Rabu (7/1).

Untuk mendesak pembentukan KPP HAM, masyarakat dan pemuda Paniai akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Perwakilan Komnas HAM pada Senin mendatang. Ini juga dilakukan terkait janji Presiden Jokowi saat berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu yang menyatakan akan mengungkap kasus penembakan warga sipil di Paniai.

"(Informasi pihak ketiga ini dari siapa?) Nah ini yang tidak jelas. Tetapi memang sudah ada perintah. Lalu kan dia terkesan sistematis, karena akar masalahnya kan itu malam. Kami lihat ada pembiaran dari perwira polisi ini untuk menyelesaikan akar masalah itu,” papar dia.

Awal Desember tahun lalu, lima warga sipil tewas tertembak di Lapangan Karel Gobay, Enarotali-Paniai. Pemicu penembakan diduga saat  aparat patroli ditegur oleh warga yang berada di Pondok Natal untuk menyalakan lampu mobil.

Namun bukannya menyalakan lampu mobil, aparat malah melakukan pemukulan kepada warga tersebut. Keesokan harinya, ratusan warga protes di Lapangan Karel Gobay, untuk meminta pertanggung jawaban aparat yang telah melakukan pemukulan. Namun aksi ini malahan dibalas dengan tembakan aparat kepada sejumlah warga hingga tewas.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18