Jadi Sarang Mafia Perizinan, Walikota Bogor Rombak BPPTPM

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto bakal merombak Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM). Pasalnya, badan itu disinyalir menjadi sarang mafia perizinan.

NUSANTARA

Rabu, 21 Jan 2015 10:28 WIB

Author

Rafik Maeilana

Jadi Sarang Mafia Perizinan, Walikota Bogor Rombak BPPTPM

bogor, bima arya, calo perizinan

KBR, Bogor – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto bakal merombak Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM). Pasalnya, badan itu disinyalir menjadi sarang mafia perizinan. 


Kata Bima, perombakan  akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang ada.


"Ini kan perizinan yah, kalau kita pindahin 100 persen nanti yang baru tidak bisa kerja apa-apa. Tapi saya ingin bongkar, karena sudah banyak yang terlalu lama di situ (BPPTPM) dan ada indikasi juga kalau udah lama itu ya bermain-main," katanya saat berbincang dengan KBR, Rabu (21/01)


Bima menjelaskan, awalnya akan ada pelantikan staf dan pejabat baru di BPPTPM. Namun karena ada suatu hal, pihaknya mengkaji ulang untuk perombakan secara menyeluruh.


"Ini akan ada perombakan secara menyeluruh tapi harus bertahap. Awalnya memang akan ada yang dilantik. Tapi saya tahan dulu," jelasnya.


Perombakan di badan perizinan ini adalah buntut dari tangkap tangan yang dilakulan Bima Arya ke calo izin dan pengusaha yang sedang bertransaksi. Saat itu, Bima mendapatkan laporan ada calo izin yang meminta uang Rp 5 juta untuk pemulusan izin. Selain itu juga, ada indikasi masuknya uang sebesar Rp 14 juta ke beberapa oknum pegawai BPPTPM.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja