Bogor Masuki Puncak Musim Hujan

Badan Meteorologi Kilmatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga menyatakan, pada pertengahan Januari ini, wilayah Bogor memasuki puncak musim hujan.

NUSANTARA

Senin, 19 Jan 2015 14:53 WIB

Author

Rafik Maeilana

Bogor Masuki Puncak Musim Hujan

musim hujan, bogor

KBR, Bogor - Badan Meteorologi Kilmatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga menyatakan, pada pertengahan Januari ini, wilayah Bogor memasuki puncak musim hujan.


Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Dedi Sucahyono mengatakan, hal ini berdasarkan pantauan citra satelit cuaca milik BMKG. Dari hasil pantauan satelit,  cuaca wilayah Bogor dan sekitarnya memasuki puncak musim hujan pada tahun ini.


"Di minggu ketiga bulan Januari ini berdasarkan pantauan Citra Satelit cuaca milik BMKG, cuaca untuk wilayah Bogor sudah memasuki puncak musim hujan, " katanya saat dikonfirmasi.


Dedi menyatakan, puncak musim hujan di wayah Bogor terutama kawasan Puncak ini, ditandai dengan sering dan adanya peningkatan intensitas turun hujan. Berdasarkan pantauan dan analisa Stasiun Klimatologi Dramaga, puncak hujan pada musin kali ini akan terjadi hingga akhir Februari mendatang. 


"Puncak musim hujan kali ini lebih panjang, berdasarkan prakiraan hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi hingga 19 Februari," jelasnya.


Adapun, wilayah-wilayah di Bogor yang akan diguyur hujan dengan intensitas dan curah hujan untuk Puncak musim hujan ini, yakni Dayeuh Babakanmadang bisa mencapai 523 mm, dan Klapanunggal yang mencapai 597 mm, sedangkan untuk wilayah lainya curah hujan bisa mencapai di atas 300 mm, 


"Curah hujan yang termasuk tinggi atau ekstrim biasanya mulai dari 100 hingga 150 mm, namun diperkirakan curah hujan kali ini akan melebihi dari 300 mm," kata dia.


Londisi cuaca di wilayah Bogor dan sekitarnya, Senin (19/1) hujan sudah mengguyur sejak pagi hari dengan intensitas normal bahkan di beberapa daerah curah dan intensitas hujan cenderung diatas rata-rata atau tinggi.


Untuk itu, Dedi menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya berada di sepanjang aliran sungai Ciliwung, Cisadane dan beberapa anak sungai lainnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan akan peningkatan air. 


"Bukan warga yang tinggal di bantaran air sungai saja yang harus waspada, akan tetapi masyarakat yang tinggal di perbukitan dan lereng gunung pun harus lebih waspada karena rawan bencana tanah longsor," kata dia.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17