Bima Arya Laporkan Calo Perizinan ke Polisi

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto melaporkan kembali Lilis Ariani Dalimunte ke Polres Bogor Kota, Selasa (13/1) kemarin.. Calo perizinan itu menggugat Bima karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan berupa perampasan uang Rp 5 juta.

NUSANTARA

Rabu, 14 Jan 2015 10:58 WIB

Author

Rafik Maeilana

Bima Arya Laporkan Calo Perizinan ke Polisi

bogor, bima arya, calo perizinan

KBR, Bogor - Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto melaporkan kembali Lilis Ariani Dalimunte ke Polres Bogor Kota, Selasa (13/1) kemarin.. Calo perizinan itu menggugat Bima karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan berupa perampasan uang Rp 5 juta. 


Bima mengatakan, pelaporan ini untuk merespons laporan Lilis yang merasa telah dipermalukan di depan umum. Selain itu, pelaporan ini juga penting agar tidak ada lagi calo perizinan yang bermain di Kota Bogor.


Saat ditanya terkait perampasan uang, Bima mengaku telah merampas Rp 5 juta uang yang diduga untuk 'melicinkan' proses perizinan. 


“Jadi saya mendapatkan laporan, ada pemohon izin yang dimintakan uang untuk tanda tangan walikota. Nah, itu kan tidak benar, jadi tidak saja untuk walikota bahkan untuk yang lain-lain. Dan saya juga serahkan uangnya ke polisi untuk barang bukti," katanya saat membuat laporan di Mapolres Bogor Kota.


Bima menjelaskan, benar jika Windy sang pengusaha lah yang telah memberikannya informasi penyerahan uang. Benar pula jika Windy memberikan surat kuasa kepada Lilis untuk mengurus perizinan. 


"Tetapi untuk minta uang 5 juga itu tidak benar. Jadi si calo yang meminta uang kepada Windy dengan alasan untuk tanda tangan walikota," jelasnya.


Sementara itu, Kapolres Bogor Kota  Irsan mengatakan saat ini pihaknya masih sebatas menerima laporan yang mengaku jadi korban perampasan Rp 5 juta, perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik. 


"Untuk kasus dan pasalnya apa yang disangkakan atau dilaporkan pelapor, harus kita pelajari dulu. Karena bagaimanapun kita terima semua laporan masyarakat," katanya.


Lebih lanjut ia menjelaskan belum bisa berkomentar lebih jauh, karena penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor Kota masih memintai keterangan si pelapor. "Kalau terlapor (Bima Arya, red) belum dimintai keterangan, tapi nanti pasti kita panggil," jelasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dilaporkan ke polisi oleh seorang biro jasa alias calo bernama Lilis Ariani Dalimunte terkait perbuatan sewenang-wenang merampas uang Rp 5 juta dari dalam tas didepan umum.


Ditemani kuasa hukumnya Lilis melaporkan Bima Arya ke Mapolres Bogor, Senin (12/1). Lilis menceritakan kejadian ini bermula saat dirinya mendapat kuasa dari Direktur PT Acierto Mexindoi Rasa (AMR) Windy Marthavianti untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) sebuah ruko di Jalan Pandu Raya Nomor 10A RT 01/14 Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor.


Windy menyerahkan kuasa pengurusan IMB karena sudah tidak tahan untuk mengurus sendiri. Meskipun sudah menyetorkan uang Rp 14 juta. Surat IMB belum juga diterbitkan oleh Pemkot Bogor.


"Saya sudah diberi kuasa oleh Windy untuk mengurus perizinan. Setelah itu saya meminta uang Rp5 juta untuk transportasi, makan, biaya komunikasi dan foto copy berkas," ujar Lilis kepada wartawan.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja