Ajak Referendum, 116 Warga Ditangkap di Timika

Kepolisian Papua tangkap 116 orang yang diduga sebagai kelompok West Papua Interns Asosiations. Dari 116 orang, 48 diantaranya adalah perempuan dan tiga anak. 100-an orang ini ditangkap di sekitar Kampung Utikini atau sekitar Kali Kabur, daerah sekitar PT

NUSANTARA

Rabu, 07 Jan 2015 18:41 WIB

Author

Katharina Lita

Ajak Referendum, 116 Warga Ditangkap di Timika

Ajak Referendum, 116 Warga Ditangkap, Timika

KBR, Jayapura -  Kepolisian Papua tangkap 116 orang yang diduga sebagai kelompok West Papua Interns Asosiations. Dari 116 orang, 48 diantaranya adalah perempuan dan tiga anak. 100-an orang ini ditangkap di sekitar Kampung Utikini atau sekitar Kali Kabur, daerah sekitar PT Freeport Indonesia.

Kapolda Papua, Yotje Mende mengatakan, dari penangkapan 100-an orang didapat barang bukti dua spanduk berukuran besar dengan isi spanduk yang mengajak anggota tersebut untuk referendum ulang Pepera 1969 dan mengajak untuk referendum dan sejumlah kartu anggota. Hingga saat ini, 100-an orang itu masih diperiksa secara intensif di Polres Mimika.

“Yang kita amankan, yang kita curigai masuk di dalam kelompok sipil politik yang mereka bermain di bawah tanah, yang sekarang sedang kita identifikasi di Polres. Kita ambil fotonya, kita ambil sidik jarinya. Mereka mempunyai id card, membawa kartu yang menurut saya itu adalah kartu illegal, tidak ada west papua, tidak ada. Akan kita pangkas,” jelas Yotje Mende dalam keterangan pers yang digelar di Ruang Rupatama Polda Papua, Rabu (7/1).

Sejumlah warga yang ditangkap berasal dari beberapa kabupaten di Pegunungan tengah Papua, diantaranya Jayawijaya, Puncak dan Lanny Jaya.

Dalam penangkapan ini, puluhan honai tempat lokasi kelompok ini berada juga dibakar oleh aparat.  Polisi mengklaim dalam aksi penyisiran kelompok tersebut melibatkan lebih dari 1.000 personil gabungan TNI/Polri. 

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17