30 Hektare Lahan Disiapkan untuk Tampung Korban Banjir Manado

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyediakan lahan bagi warga korban banjir bandang Manado seluas 30 hektare di Kelurahan Pandu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

NUSANTARA

Kamis, 15 Jan 2015 18:00 WIB

30 Hektare Lahan Disiapkan untuk Tampung Korban Banjir Manado

30 Hektare, Korban Banjir Manado

KBR, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyediakan lahan bagi warga korban banjir bandang Manado seluas 30 hektare di Kelurahan Pandu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Menurut Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sartundajang, di lokasi itu akan dibangun empat  buah gedung rumah susun untuk para korban banjir khususnya yang akan di relokasi yang tinggal di daerah bantaran sungai baik DAS Tondano, Sungai Paal 4 dan Sungai Sario Kota Manado.

Ia mengimbau agar warga yang khususnya tinggal di tiga sekitar aliran sungai besar itu selalu waspada.

“Apakah banjir dan tanah longsor ini masih bisa terjadi lagi? Saya nyatakan iya karena penanggulangan banjir dan tanah longsor dalam satu tahun tidak cukup, sebenarnya kita sudah menanam jutaan pohon di Minahasa di lereng-lereng tapi kalau umur 5 tahun belum tahan tekanan hujan,” ujar Sinyo dalam peringatan tragedi banjir bandang 15 Januari 2014 lalu di Kampung Merdeka, Kota Manado, Rabu (15/1).

Sementara, Wali Kota Manado Vecky Lumentut Vecky Lumentut yang juga hadir dalam acara itu menjelaskan, kerugian banjir yang melanda Kota Manado itu Rp11 miliar. Masa tanggap darurat sampai saat ini, kata dia, masih di berlakukan sampai tanggal 17 Januari 2015 mendatang.

“Yang diungsikan ada 5.000 orang tetapi yang 3.000 masih di tempat pengungsian dan 2.000 di rumah penduduk dimana pekerjaan yang kami lakukan adalah memberikan dukungan kebutuhan seperti makanan dan kebutuhan lain bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Vecky.

Vecky menjelaskan, langkah antisipasi Pemerintah Kota Manado yaitu pertama akan merelokasi semua warga yang tinggal di daerah bantaran sungai. Ia juga meminta agar daerah hulu yang berada di kabupaten kota lain membantu upaya pencegahan banjir dengan menanam pohon.

Editor: Anto Sidhart

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi