Warga Desa Sumber Agung Minta Kompensasi Rp 3 Miliar kepada Perusahaan Penambang Emas

KBR68H, Banyuwangi - Seratusan warga Desa Sumber Agung Banyuwangi Jawa Timur, berunjuk rasa di depan kantor PT Bumi Suksesindo di kawasan Pulau Merah.

NUSANTARA

Rabu, 22 Jan 2014 08:51 WIB

Author

Hermawan

Warga Desa Sumber Agung Minta Kompensasi Rp 3 Miliar kepada Perusahaan Penambang Emas

penambang emas, warga banyuwangi, kompensasi

KBR68H, Banyuwangi - Seratusan warga Desa Sumber Agung Banyuwangi Jawa Timur, berunjuk rasa di depan kantor PT Bumi Suksesindo di kawasan Pulau Merah. Mereka meminta perusahaan penambang emas tersebut memberikan kompensasi Rp 3 miliar/keluarga atas dampak yang akan ditimbulkan dari eksplorasi yang rencananya berlangsung 2016 mendatang.

Juru bicara aksi, Budi Purnomo mengatakan, tuntutan warga sebesar Rp 3 miliar itu sudah dirumuskan bersama kepala desa setempat dan diajukan kepada PT Indo Multi Niaga sebagai pemegang kuasa pertambangan sebelum PT BSI. Kata dia, sebanyak 500 warga akan terdampak penambangan.

“Menuntut agar usulan atau proposal yang diajukan melalui Kepala Desa yang telah dijanjikan untuk konfensasi sebesar 3 miliar kepada masing- masing KK itu diberikan jawaban yang pasti. Artinya ketika memang realisasi ya realisasi kalau memang tidak ya tidak. Namun kejelasan itu tidak kita dapatkan karena pihak yang berkaitan dalam hal ini adalah PT Indo Multi Niaga pada saat itu, sudah berubah kuasa penambanganya kepada pihak lain,” kata Budi Purnomo.

Juru bicara aksi unjuk rasa, Budi Purnomo menambahkan, dampak yang akan diterima warga bila pertambangan emas itu beroperasi antara lain tidak bisa menerima manfaat dari hutan lindung di Gunung Tumpang Pitu. Sebab, status hutan di Gunung itu diturunkan menjadi hutan produksi dan perusahaan akan melakukan pertambangan terbuka di hutan tersebut. Selain itu limbah produksi emas juga bakal mengancam lahan pertanian warga setempat.

Kuasa eksplorasi pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu pada 2007 lalu dipegang oleh PT Indo Multi Niaga (IMN) selaku perusahan yang mengantongi kuasa eksplorasi. Namun karena konflik internal perusahaan, kuasa pertambangan emas tersebut sejak Juni 2012 lalu dialihkan ke PT Bumi Suksesindo.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19