Puskesmas di Jayapura Kebingungan Laksanakan JKN

Puskesmas Perawatan Muara Tami Kota Jayapura, Papua, masih bingung dengan mekanisme pembayaran tagihan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, pemerintah setempat baru membayar dua bulan tagihan pelayanan Jamkesmas pada 2013.

NUSANTARA

Sabtu, 11 Jan 2014 21:25 WIB

Author

Nur Azizah

Puskesmas di Jayapura Kebingungan Laksanakan JKN

Puskesmas, Jayapura, JKN

KBR68H, Jakarta - Puskesmas Perawatan Muara Tami Kota Jayapura, Papua, masih bingung dengan mekanisme pembayaran tagihan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, pemerintah setempat baru membayar dua bulan tagihan pelayanan Jamkesmas pada 2013. 


Kepala Puskesmas Muara Tami Rumayomi mengatakan, tagihan pelaksanaan program Jamkesmas 2012 bahkan belum juga dibayar. Menurut Hengky, permintaan itu ditujukan agar tak ragu untuk memberikan pelayanan kepada warga yang berkunjung ke Puskesmas tersebut. Dia meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjelaskan hal ini.


"Ada semacam kebimbangan ketika yang dikatakan semua jaminan kesehatan berhenti. Ini kita agak sedikit ragu apakah nantinya akan terlayani semua atau tidak. Untuk mengatasi itu saya rencana akan minta PT Askes untuk datang lagi. Khusus untuk bicara bagi karyawan kita yang 77 orang ini untuk memberi kepastian bahwa mengingat pengalaman kemarin Jamkesmas itu akhirnya kami tidak bisa menerima keseluruhan nilai tagihan kita," ungkap Hengky kepada KBR68H, Sabtu (11/01). 


Sebelumnya Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris menyatakan peserta BPJS bebas memilih Puskesmas mana saja. Ini bisa dilakukan setelah tiga bulan pengoperasian BPJS Kesehatan di Indonesia sejak awal Januari lalu. Namun sebaliknya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi justru mengakui kalau puskesmas di daerah kebingungan dalam pelaksanaan program tersebut.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia