Polisi: Proses Hukum Bupati Ngada Tak Bisa Dihentikan

KBR68H, Jakarta - Polisi Nusa Tenggara Timur menolak desakan Forum Kepala Desa se-Kabupaten Ngada, yang meminta proses hukum Bupati Ngada Marianus Sae dihentikan.

NUSANTARA

Selasa, 07 Jan 2014 15:18 WIB

Author

Indra Nasution

Polisi: Proses Hukum Bupati Ngada Tak Bisa Dihentikan

bupati ngada, proses hukum, polisi

KBR68H, Jakarta - Polisi Nusa Tenggara Timur menolak desakan Forum Kepala Desa se-Kabupaten Ngada, yang meminta proses hukum Bupati Ngada Marianus Sae dihentikan. Juru Bicara Polisi NTT, Okto George Riwu beralasan kasus pemblokiran Bandara Turelelo, Soa, tidak bisa dihentikan karena sudah memasuki proses penyidikan. Selain itu, kata Okto, kasus ini bukan delik aduan sehingga tak bisa dicabut.

“Karena kasusnya kita sudah masuk proses penyidikan, jadi untuk permintaan itu kita belum bisa pertimbangkan, karean itu ada kopetensi penyidikan reserse kriminal umum, ya nanti kita lihat saja, karena keputusan untuk menghentikan itu, kecuali kasus ini delik aduan atau penyidik punya kewenangan menghentikannya," kata Okto kepada KBR68H, Selasa (7/1).

Sebelumnya, Forum kepala desa se-Kabupaten Ngada, NTT meminta polisi menghentikan seluruh proses penyidikan Bupati Ngada Marianus Sae dalam pemblokiran Bandara Turelelo, Soa. Forum beralasan bupati tak bersalah karena saat itu Marianus sedang menjalankan tugas negara.

Mereka mengancam jika tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi, maka mereka akan melumpuhkan seluruh aktivitas pemerintahan di Kabupaten Ngada. Kepolisian Nusa Tenggara Timur menetapkan Bupati Ngada, Marianus Sae sebagai tersangka pemblokiran Bandara Turelelo. Marianus dijerat dengan pasal hukum pidana karena menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa menutup bandara. Kata dia Marianus terancam hukuman 2 tahun 8 bulan.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mr. Spock dan Homer Simpson: Dinamika Perilaku di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Belenggu Korban Pelecehan Seksual

Kabar Baru Jam 8

Longgar Bikin Lengah?