Bagikan:

Penjabat Gubernur: Maluku Aman untuk Wisatawan

Penjabat Gubernur Maluku, Saut Situmorang memastikan Maluku khususnya Kota Ambon aman dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara terutama warga Australia.

NUSANTARA

Jumat, 03 Jan 2014 18:56 WIB

Author

Radio DMS

Penjabat Gubernur: Maluku Aman untuk Wisatawan

Penjabat Gubernur, Maluku, Wisatawan

KBR68H, Ambon - Penjabat Gubernur Maluku, Saut Situmorang memastikan Maluku khususnya Kota Ambon aman dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara terutama warga Australia.

Ini dikatakan Situmorang terkait dikeluarkannya peringatan perjalanan (Travel Warning) oleh Pemerintah Australia kepada warganya untuk tidak mengunjungi Indonesia termasuk daerah seperti Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.

“Kalau ada pemikiran seperti itu, maka kita berkewajiban lebih gencar meberitahukan kepada dunia bahwa Maluku semakin aman dan damai sehingga layak dikunjungi oleh warga Australia termasuk seluruh warga di dunia,” kata Situmorang.

Menurut Situmorang catatan sepanjang tahun 2013 berbagai event berskala Nasional maupun Internasional −termasuk event keagamaan seperti suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-XIV Tingkat Nasional 2012 di Ambon− membuktikan kalau situasi Maluku dan khusunya kota Ambon, semakin kondusif. Sehingga arus kunjungan wisatawan ke Maluku semakin meningkat.

“Terbukti seluruh event yang digelar di Ambon, baik Nasional maupun Internasional berjalan aman dan lancar, dan terakhir yang kita lihat saat perayaan Natal 25 Desemeber saudara-saudara kita dari Pemuda Mesjid yang menjaga keamanan di Gereja saat umat Kristen sedang melaksankan ibadah Natal,” katanya.

Menurutnya Ambon merupakan kota kecil yang indah, orangnya ramah dan bersahabat serta aman dan layak untuk dikunjungi. hal ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat yang terbingkai dalam hubungan persaudaraan Pela dan Gandong.

“Oleh karena itu kondisi ini mari terus kita jaga dan peliharan untuk membuka peluang investasi yang pada akhirnya bermuara pada pembangunan di daerah ini semakin baik,” imbau Situmorang

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan untuk bersikap ekstra waspada ketika berada di Indonesia, termasuk ke Balli karena kemungkinan adanya serangan teror.

Peringatan perjalanan terbaru ini menyebutkan bahwa teroris tetap aktif di Indonesia meskipun pihak keamanan sudah berusaha menghentikan mereka.

Departemen Luar  Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) memperingatkan bahwa ancaman terhadap warga Australia di Indonesia bukan sekedar di tempat-tempat ibadah seperti gereja, tetapi tempat-tempat yang dikunjungi oleh warga “Barat” seperti kelab malam, bar, restoran, hotel internasional, bandara dan tempat ibadah di Bali, Jakarta dan tempat lain di Indonesia.

DFAT juga memperingatkan bahwa pelancong ke Indonesia bisa juga mengalami bencana alam seperti tsunami, ataupun menjadi korban kejahatan. Peringatan ini tidak menyebutkan warga Australia untuk meninggalkan Indonesia, namun meminta mereka yang berkunjung untuk bersikap waspada. Namun warga Australia didesak untuk tidak mengunjungi daerah seperti Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.

Sumber: Radio DMS
Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia