Bantahan Soekarwo soal Permintaan Rp 10 M dari Akil Mochtar

Gubernur Jawa Timur Soekarwo membantah terlibat dalam kasus suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Dugaan suap itu berkaitan dengan sengketa Pilgub Jawa Timur yang diajukan calon lain yakni Khofifah Indar Parawansah-Herman S Sumawiredja.

NUSANTARA

Rabu, 15 Jan 2014 19:22 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Bantahan Soekarwo soal Permintaan Rp 10 M dari Akil Mochtar

Soekarwo, Permintaan Rp 10 M, Akil Mochtar

KBR68H, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Soekarwo membantah terlibat dalam kasus suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Dugaan suap itu berkaitan dengan sengketa Pilgub Jawa Timur yang diajukan calon lain yakni Khofifah Indar Parawansah-Herman S Sumawiredja.

Soekarwo mengatakan, ia tidak pernah membicarakan permintaan uang antara Akil Mochtar dengan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Zainudin. Ia pun mengaku siap jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggilnya untuk diperiksa.

"Udah beres itu kan menjelang mau berangkat, tanggal 2 kan sudah terakhir mau putusan, terakhir sidang itu. Jadi setelah saya baca itu ada permintaan Rp 10 miliar, tapi Pak Zainudin tidak menyampaikan kepada saya. Saya baru tahu, tapi saya tidak ada permasalahan karena satu Pak Zainudin sendiri tidak menyampaikan, dan saya juga menolak jika dikatakan berat. Karena 750.000 saksi tidak ada yang keberatan," ujar Soekarwo kepada KBR68H, Rabu (15/1).

Sebelumnya, dalam perbincangan melalui pesan Blackberry terkuak bahwa bekas Ketua MK, Akil Mochtar meminta dana pengamanan hasil Pemilihan Gubernur Jawa Timur sebesar Rp10 miliar kepada pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf melalui Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali. Jika uang tersebut tidak tersedia maka pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf terancam kalah dalam gugatan sengketa hasil Pilgub Jatim di MK melawan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman S Sumawiredja.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal

Kabar Berita Jam 15

Kabar Baru Jam 14