Bagikan:

Awas, Curanmor di Kegiatan Maulid Nabi

Kapolres Cirebon Kota, Jawa Barat, Dani Kustoni menilai, kerawanan tindak kriminalitas yang terjadi di tempat-tempat yang dijadikan acara Muludan atau Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah pencopetan dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

NUSANTARA

Selasa, 07 Jan 2014 19:03 WIB

Author

Suara Gratia

Awas, Curanmor di Kegiatan Maulid Nabi

Curanmor, Maulid Nabi, Cirebon

KBR68H, Cirebon – Kapolres Cirebon Kota, Jawa Barat, Dani Kustoni menilai, kerawanan tindak kriminalitas yang terjadi di tempat-tempat yang dijadikan acara Muludan atau Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah pencopetan dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Kerawanan kriminalitas yang terjadi pada acara Muludan khususnya di tempat-tempat yang ada kegiatan yang cukup banyak menyita perhatian publik, seperti di Keraton dan Gunungjati,” tutur Dani Kustoni.

Dani juga mengatakan, tingkat kerawanan dalam acara puncak itu biasanya adalah pencopetan, namun tidak menutup kemungkinan tindak kriminalitas yang lain akan terjadi seperti curanmor, yang diakibatkan dari tidak benarnya kondisi parkir kendaraan. “Pemerasan kemungkinan juga terjadi diakibatkan banyaknya warga yang memarkirkan kendaraan, sehingga tukang parkir liar ini akan serta merta menaikkan tarif parkir semaunya,” jelasnya.

Pihaknya sendiri, akan menerjukan sebanyak 600 personel untuk mengamankan Muludan yang terdiri dari TNI, polisi dan instansi terkait lainnya. “Empat Keraton yaitku Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan, serta area Gunungjati, akan kita jaga ketat,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisnoyang menjadi inspektur upacara dalam gelar pasukan pengamanan Muludan ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan aparat keamanan Polres Cirebon Kota. “Di Cirebon ada agenda rutin setiap tahun, karena ada empat Keraton yang menyelenggarakan acara Muludan, dan masyarakat yang datang pada acara tersebut luar biasa banyaknya. Baik dari dalam maupun dari luar Kota Cirebon,” bebernya.

Ano juga mengatakan, berbekal dari pengalaman sebelumnya, acara Muludan yang ada di Kota Cirebon harus berjalan dengan aman dan terkendali, dan pihak keamanan pun dapat memberikan pengamanan yang maksimal kepada warga yang datang dari luar Kota Cirebon.

“Agenda kegiatan Muludan biasanya dilakukan selama satu bulan, dan sekarang pun sudah mulai ramai. Ini akan memberikan dampak ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kota Cirebon, selain itu hotel-hotel yang ada di wilayah Cirebon, sekarang ini penuh dengan tamu yang datang dari luar kota. Ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik,” ujarnya. (Frans C. Mokalu)

Sumber: Suara Gratia
Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending