Sekolah Rusak di Mojokerto Meningkat Dua Kali Lipat

Jumlah sekolah rusak di Kota Mojokerto, tahun ini meningkat dua kali lipat hingga 70%, dibanding dengan tahun sebelumnya. Meningkatnya kerusakan sarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) ini akibat tidaak terealisasinya proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun

NUSANTARA

Selasa, 22 Jan 2013 12:40 WIB

Author

Radio Maja FM Mojokerto

sekolah rusak, mojokerto

KBR68H, Mojokerto- Jumlah sekolah rusak di Kota Mojokerto, tahun ini meningkat dua kali lipat hingga 70%, dibanding dengan tahun sebelumnya. Meningkatnya kerusakan sarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) ini akibat tidaak terealisasinya proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012.

Eko Edy Susanto, Kabid TK/SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Kota Mojokerto mengatakan, proyek senilai Rp 2,1 miliar ini tak terserap karena gagal lelang. "Waktunya terlalu mepet hingga tak banyak penawar yang masuk. Tahun ini akan kita coba melelangnya kembali,'' katanya.

Menurut Edy, meski membengkak, kerusakan gedung di wilayah kerjanya masih dalam taraf wajar. "Kerusakannya ya masuk kategori ringan hingga sedang. Tidak ada yang sangat parah.Tapi karena jumlah sarana yang rusak relatif cukup banyak maka Dinas nantinya akan mengkaji ulang Rancangan Anggaran Pembiayaan (RAP) DAK 2013,” jelasnya.

“Tingkat kerusakan akan dipilah menjadi dua kategori, masing-masing ringan dan sedang. Yang masuk kategori sedang kita prioritaskan. Apabila dananya nggak cukup apa boleh buat. Kita perjuangkan tahun berikutnya. Makanya nanti RAP nya akan kita kaji ulang," jelas Edy lagi.

Sejumlah SD yang rusak diantaranya SDN Surodinawan 02, SDN Gunung Gedangan 2, SDN Miji 4 dan SDN Mentikan 6. Di SDN Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon ini, misalnya, akibat rapuhnya kuda-kuda kelas IV, sekitar 40 siswanya mulai Selasa (15/1) lalu, terpaksa mengungsi ke ruang Laboratorium.

Sumber: http://www.majamojokerto.com/headline/1702/Proyek-DAK-gagal--jumlah-gedung-SD-Rusak-di-Kota-Mojokerto-meningkat-Dua-Kali-Lipat-

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17