Relokasi Korban Banjir, Pemprov Jakarta Hanya Tawarkan Rusunawa

Pemerintah DKI Jakarta tidak menawarkan opsi rumah susun hak milik (rusunami) untuk merelokasi warga yang tinggal di sejumlah titik banjir. Rencananya, mereka hanya ditawarkan opsi rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Kepala Dinas Perumahan Jakarta Novi

NUSANTARA

Rabu, 23 Jan 2013 15:24 WIB

Author

Rumondang Nainggolan

Relokasi Korban Banjir, Pemprov Jakarta Hanya Tawarkan Rusunawa

Relokasi Korban Banjir, Rusunawa

KBR68H, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta tidak menawarkan opsi rumah susun hak milik (rusunami) untuk merelokasi warga yang tinggal di sejumlah titik banjir. Rencananya, mereka hanya ditawarkan opsi rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Kepala Dinas Perumahan Jakarta Novizal mengklaim konsep rusunawa lebih meringankan warga tidak mampu karena harga sewa yang murah.

"Kalau rusunami mereka harus membeli dengan harga yang mungkin ratusan juta ya. Kalau rusunawa ini mereka hanya sewa, kalau mereka yang disebut warga terprogram, yang tidak mampu mereka hanya diberikan tarif sewa lebih kurang 150 ribuan, satu bulan, itu relatif sangat kecil dan itu ditempati seumur hidup. Bahkan nanti juga bisa diteruskan oleh anak atau turunan langsungnyalah. Asal jangan sampai diserahkan ke pihak lain," jelas Novizal.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta berencana merelokasi atau memindahkan pemukiman warga yang rawan banjir. Ini menyusul banjir besar yang melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Beberapa daerah yang rencananya menjadi sasaran relokasi adalah pemukiman di Penjaringan, Bidara Cina, dan bantaran Kali Ciliwung. Dana yang disiapkan mencapai Rp 25 miliar.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak