Polisi Masih Mencari 12 Orang Pelaku Penyanderaan di Paniai

KBR68H, Jakarta- Kepolisian Indonesia masih mencari 12 orang pelaku penyanderaan karyawan perusahaan konstruksi di Kabupaten Paniai, Papua.

NUSANTARA

Selasa, 29 Jan 2013 08:31 WIB

Author

Evelyn Falanta

Polisi Masih Mencari 12 Orang Pelaku Penyanderaan di Paniai

penyanderaan, paniai

KBR68H, Jakarta- Kepolisian Indonesia masih mencari 12 orang pelaku penyanderaan karyawan perusahaan konstruksi di Kabupaten Paniai, Papua. Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Agus Rianto mengatakan para pelaku berhasil melarikan diri setelah menerima tebusan berupa uang Rp 20 juta dan satu ekor babi dari pihak perusahaan tersebut. Kata dia, saat ini polisi masih mencari tahu latar belakang pelaku tersebut. Pasalnya, pelaku diduga berasal dari anggota OPM.

"Pegawai perusahaan yang disandera itu yang dipekerjakan oleh perusahaan minta tebusan. Sampai saat ini setelah kita menerima informasi tersebut, kita  melakukan pengejaran," jelas Agus Riyanto di Mabes Polri, kemarin.

Juru Bicara Kepolisian Indonesia Agus Rianto menambahkan polisi akan tetap melakukan upaya pencegahan agar modus penyanderaan ini tidak terjadi kembali. Ia juga menghimbau kepada masyarakat di Papua agar turut berperan aktif memberitahukan kepada pihak Kepolisian bila peristiwa serupa kembali terulang.

Pada Jumat lalu sembilan orang karyawan dari perusahaan konstraktor pembangunan sekolah disandera. Pelaku menyandera korban selama lima jam. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara polisi telah menahan sejumlah barang bukti berupa senjata api dan beberapa parang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun