Korban Ombak Pasang di Bima akan Direlokasi

Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) korban ombak pasang di Desa Sangiang Kecamatan Wera masih tinggal di tenda darurat, karena rumah mereka rusak berat akibat terjangan ombak.

NUSANTARA

Kamis, 17 Jan 2013 19:13 WIB

Author

Radio Global FM Lombok

Korban Ombak Pasang di Bima akan Direlokasi

ombak pasang, Bima

KBR68H, Lombok-  Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) korban ombak pasang di Desa Sangiang Kecamatan Wera masih tinggal di tenda darurat, karena rumah mereka rusak berat akibat terjangan ombak. Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bima, Rusli Hadi Ismai menyatakan mereka terus mendapat bantuan logistik seperti selimut, pakaian, dan bantuan makanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.

" Kami sudah membangun dapur umum dan posko kesehatan bagi para korban. Selain itu melakukan gotong royong bersama masyarakat dan kepolisian untuk memperbaiki rumah korban yang rusak berat akibat terjangan ombak pasang selama sepekan terakhir," kata Rusli Hadi Ismail.

Rusli menuturkan, Pemkab Bima juga hingga kini masih mencari lokasi yang lebih aman untuk relokasi rumah korban yang rusak berat itu. Karena ombak pasang masih terus mengancam. Upaya relokasi itu juga masih dinegosiasikan dengan warga, karena beberapa orang diantara mereka menolak untuk direlokasi dengan berbagai alasan. Salah satunya, mereka khawatir mata pencaharian mereka hilang apabila direlokasi.

Ombak besar yang melanda perkampungan nelayan lanjut Rusli, merusak sekitar 41 rumah baik berat, sedang dan ringan. Selain itu, uga merusak sejumlah perahu di pinggir laut, bahkan ada yang hanyut ke tengah laut karena terseret ombak. Namun pihaknya saat ini belum bisa memastikan berapa jumlah perahu yang rusak maupun terseret ke tengah laut karena masih dalam proses identifikasi. 

Sumber: http://globalfmlombok.com/content/korban-ombak-pasang-di-bima-akan-direlokasi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10