Jokowi : Besok, Perbaikan Tanggul Latuharhary Ditargetkan Kelar

Perbaikan tanggul yang jebol di Kanal Banjir Barat di Latuharhary ditargetkan selesai besok. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, jika merujuk pada curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jakarta, maka perbaikan tanggul harus segera dirampungka

NUSANTARA

Jumat, 18 Jan 2013 18:21 WIB

Author

Ade Irmansyah

Tanggul Latuharhary

KBR68H, Jakarta - Perbaikan tanggul yang jebol di Kanal Banjir Barat di Latuharhary ditargetkan selesai besok.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, jika merujuk pada curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jakarta, maka perbaikan tanggul harus segera dirampungkan. Dengan begitu banjir di dalam kota tidak akan semakin parah.

“Ya hari ini harus rampung. Kendala apa nih pak? Ya peristiwa seperti ini kan dadakan ya jadi alat harus didatangkan juga harus ada persiapan. Satu yang juga harus dicari, kan semuanya kan juga dikerahkan. Bantuan dari kodam, dari kopassus dari semuanya sudah kita minta semuanya. Tapi jebolnya bukan jebol 1 atau 2 senti, tapi 30 meter itu. Berapa lama targetnya pak? Ya jangan sampai dikejar lagi oleh hujan berikutnya atau oleh air dari atas,” jelas Joko Widodo.

Tanggul Kanal Banjir Barat jebol sepanjang 30 meter pada Kamis pagi kemarin. Sisi yang jebol terletak di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Akibat jebolnya tanggul, air dari Kanal Banjir Barat mengalir ke Jalan Teluk Betung dan Tosari.

Aliran air itu sampai ke Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Air dari tanggul jebol itu juga merendam rel kereta api jalur Tanah Abang dan Manggarai. Akibatnya, jalur kereta api itu tidak dapat digunakan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi