covid-19

Jalur Pendakian Rinjani Ditutup 3 Bulan, Porter Menganggur

NUSANTARA

Kamis, 10 Jan 2013 23:20 WIB

Author

Rachmawati

Gunung Rinjani, BMKG, Pendakian

KBR68H, Mataram - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat ditutup sejak hari ini hingga tiga bulan ke depan.

Ini lantaran intensitas hujan semakin meningkat yang menyebabkan kabut tebal dan jalur pendakian licin. Hal itu akan membahayakan keselamatan para pendaki gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini.

Kondisi ini praktis membuat puluhan hingga ratusan porter (pengangkut barang) dan guide (pemandu) pendakian menganggur. Meskipun, mereka memaklumi alasan penutupan jalur pendakian.

Untuk aktivitas pendakian ke Rinjani, dari jalur Senaru, sebagian besar porter dan pemandu berasal dari  perkampungan Adat Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Mereka menggantungkan hidup dengan profesi sebagai porter dan pemandu pendakian ke puncak Rinjani.

Salah satu porter pemandu Gunung Rinjani, Rahadi, penutupan jalur pendakian juga menyebabkan penghasilan mereka hilang. Padahal saat kondisi normal, sebulan tiap pemandu bisa mendaki hingga delapan kali.

"Katanya sih tanggal 10 ini ditutup, ya biasanya jadi pengangguran, cari kerjaan lain disawah atau kebun. Kadang-kadang kita naik itu kan, tiga atau empat kali per bulan atau lima kali. Bahkan sampai delapan kali sebulan. Kadang satu malam nginap di rumah, lalu naik lagi. Sekarang harga porternya per malamnya, per harinya itu Rp 125 ribu, guide Rp 150,” kata Rahadi, Porter dari Desa Senaru.

Informasi cuaca dari BMKG Selaparang Bandara Internasional Lombok menyebutkan curah hujan di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan sekitarnya meningkat dengan intensitas sedang hingga lebat.

Penutupan jalur pendakian di Gunung Rinjani telah disampaikan melalui surat ke seluruh instansi terkait termasuk seluruh bupati dan wali kota se-Pulau Lombok. Pemberitahuan juga disampaikan ke kepolisian dan kepala desa yang ada di wilayah jalur pendakian tersebut.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan