Bima Ajukan Perpanjangan Landas Pacu Bandara Sultan Salahuddin

Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dana APBN untuk perpanjangan landas pacu atau run way Bandara Sultan Salahuddin Bima.

NUSANTARA

Jumat, 11 Jan 2013 18:41 WIB

Author

Radio Global FM Lombok

runway, sultan Salahuddin, Bima

KBR68H, Lombok-  Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dana APBN untuk perpanjangan landas pacu atau run way Bandara Sultan Salahuddin Bima. Wakil Bupati Bima,  Syafruddin mengatakan,Panjang run way saat ini hanya 1.600 meter dan diusulkan diperpanjang menjadi 2.250 meter. Lahan untuk perpanjangan run way bandara telah dibebaskan seluas 10 hektar.

" Penambahan run way bandara dalam upaya meningkatkan frekuensi penerbangan dari dan ke Bima. Saat ini rute masih terbatas dengan pesawat kecil. Jika run way lebih panjang, maka akan bisa masuk pesawat berbadan besar," kata  Syafruddin, saat menerima Ketua Komisi I DPD RI dan 10 Kementerian di Bima.

Syafruddin menyebutkan, dana pembebesan lahan perluasan bandara berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Rp 1,5 miliar, Pemerintah Kota Bima Rp 1,1 miliar dan Pemerintah Kabupaten Bima Rp 1,1 miliar. Selanjutnya dana perpanjangan run way diusulkan dari APBN Perubahan tahun ini. Beberapa maskapai penerbangan, seperti Sriwijaya Air, Lion Air dan lainnya sudah siap untuk membuka jalur dari dan ke Bima dengan pesawat berbadan besar, jika run way sudah diperpanjang.

Selain itu lanjut Syafruddin, tengah diusulkan adanya jalur Mataram-Bima, karena selama ini yang ada hanya rute Denpasar-Bima. Jalur Mataram-Bima sangat dibutuhkan, karena penumpang tidak perlu memutar dari Denpasar, jika ingin menuju ke Bima. Terlebih, NTB telah memiliki Bandara Internasional Lombok (BIL).

" Kan Kota Bima dan Kabupaten Bima itu NTB, kenapa harus muter dari Bali. Sementara, sekarang kan NTB sudah punya BIL," tuturnya. (Radio Global FM Lombok)


Sumber: http://globalfmlombok.com/content/bima-ajukan-perpanjangan-run-way-bandara-sultan-salahuddin

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10