Bagikan:

Trafik Data Libur Nataru Diperkirakan Naik Hingga 17 Persen

Lonjakan trafik komunikasi pada Nataru tahun ini diperkirakan naik sekitar 3 sampai 17 persen dari trafik normal atau dibanding tahun lalu terjadi peningkatan 4 sampai 19 persen.

NASIONAL

Senin, 26 Des 2022 18:28 WIB

Author

Hoirunnisa

Nataru

Teknisi XL Axiata menaiki tower telekomunikasi untuk memeriksa perangkat BTS 4G di Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/12/2022). (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkoordinasi dengan operator telekomunikasi guna mengantisipasi lonjakan trafik data saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail memperkirakan lonjakan trafik komunikasi pada Natal tahun ini naik sekitar 3 sampai 17 persen dari trafik normal atau dibanding tahun lalu terjadi peningkatan 4 sampai 19 persen.

"Untuk periode Natal dan Tahun Baru ini terutama posisi Natal kemarin tanggal 25, Alhamdulillah kita melihat tidak ada terjadinya gangguan yang signifikan yang terjadi akibat dari lonjakan trafik tersebut. Seluruh kebutuhan telekomunikasi masyarakat dapat dilayani dengan baik pula oleh operator telekomunikasi," kata Ismail pada konferensi pers soal kesiapan jaringan telekomunikasi selama libur Nataru, Senin (26/12/2022).

Baca juga:


Ismail juga mengatakan adanya proses optimasi kualitas di jaringan titik keramaian seperti di jalur mudik, jalan tol, pusat perbelanjaan, pusat transportasi, tempat wisata, tempat ibadah khususnya gereja dan area residensial.

Kominfo dan operator juga telah melakukan percobaan tes jaringan dan melakukan drive test di sepanjang jalur mudik atau jalur tol untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga ketika terjadi lonjakan trafik pada saat bersamaan.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending