Bagikan:

Polemik Impor Beras, Wapres Akan Hitung Ulang Stok Dalam Negeri

Kalaupun masalah impor itu sifatnya antisipatif saja

NASIONAL

Selasa, 06 Des 2022 08:07 WIB

Polemik Impor Beras, Wapres Akan Hitung Ulang Stok Dalam Negeri

Wakil Presiden Maruf Amin saat Pencanangan Reformasi Birokrasi Tematik dan Peresmian 26 MPP di Istana Wapres, Senin (5/12/2022). (Dok Setwapres)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan pemerintah akan mengkalkulasi ulang stok beras dalam negeri, salah satunya di Badan Urusan Logistik (Bulog). Ini merespon pertanyaan awak media terkait ketidaksinkronan data beras dalam negeri.

Sebelumnya Menteri Pertanian sempat mengklaim stok beras aman, namun Bulog menyebut stok menipis sehingga memungkinkan dilakukan impor.

"Menurut laporan memang diperkirakan terpenuhi. Tetapi memang ada panen-panen yang mengalami kebanjiran di beberapa daerah. Karena itu sebenarnya stok beras ini sedang dilakukan penghitungan kembali bahwa ini cukup. Kalaupun masalah impor itu sifatnya antisipatif saja," kata Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Wapres menyebut, faktor cuaca bisa mengakibatkan gagal panen. Sehingga mempengaruhi perkembangan ketersediaan beras di daerah.

Baca juga:

Kata dia, keputusan impor beras akan ditetapkan usai peninjauan ulang stok dalam negeri rampung.

"Kalau terjadi kekurangan, maka dilakukan impor. Kalau ternyata dihitung lagi itu cukup, maka tidak jadi impor. Itu sifatnya untuk menanggulangi kalau terjadi kekurangan," tegasnya.

Wapres menambahkan, pemerintah melakukan upaya intensifikasi pertanian sehingga tidak terjadi kelangkaan pangan, termasuk beras. Ini sebagai antisipasi menghadapi krisis pangan yang tengah melanda dunia saat ini.

"Kemarin di Sulawesi Selatan juga saya meminta apa yang sudah dilakukan [Pemda] dan mereka melakukan intensifikasi berbagai hal, baik dari bibit, pengelolaan tanah, dan ternyata naik 250.000 ton pada 2022," imbuhnya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending