Bagikan:

Pemkab Cianjur Cari Tambahan Lahan Relokasi Korban Gempa

"2,5 hektare baru tahap pertama sebanyak 200 rumah."

NASIONAL

Senin, 05 Des 2022 08:19 WIB

relokasi korban gempa cianjur

Gempa Cianjur, lahan di Sirnagalih, untuk relokasi korban, Jabar Senin (28/11/22). (Antara/Novrian Arbi)

KBR, Jakarta- Sekretaris Daerah Cianjur, Jawa Barat, Cecep Alamsyah tengah menyiapkan tempat relokasi di Desa Sirnagalih di atas lahan 2,5 hektare. Kata dia, lahan itu untuk sebanyak 200 rumah  ahap pertama.

Cecep menyebut, jenis rumah tersebut merupakan rumah instan sederhana, sehat dengan struktur tahan gempa. 

Dia memastikan pemerintah juga tengah mengusulkan tempat lain untuk penambahan relokasi.

"2,5 hektare baru tahap pertama sebanyak 200 rumah. Kami sedang mengusulkan di tempat yang lain di kecamatan Mande sebanyak 30 hektare itu mudah-mudahan bisa mengcover semua semua atau bahkan kalau misalnya masih kurang nanti kita carikan tempat yang memang di situ nanti setelah ada pengkajian dari para ahli itu untuk aman ditempati dan sarana akses terhadap air bersih dan lain-lain dijangkau," kata dia saat konpers daring, Minggu (4/12/22).


Sekda Cianjur,  Cecep Alamsyah menjelaskan, jumlah rumah rusak berat yang terverifikasi juga terus bertambah, dari semula 7.817 unit menjadi 8.151 unit hingga Minggu ini.

Baca juga:


Kata dia kerugian materiil berupa rumah rusak sedang dan rusak ringan juga bertambah. Ia menambahkan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut saat ini sebanyak 334 orang, dengan jumlah delapan orang masih belum ditemukan.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Bedah Prospek Emiten Energi dan EBT

Google Podcasts Ditutup Tahun Depan

Kabar Baru Jam 7

30 Provinsi Kekurangan Dokter Spesialis

Kabar Baru Jam 8