Bagikan:

Pelaku Bom di Bandung Bekas Napiter, Setara: Deradikalisasi Mesti Diperkuat

Keberulangan tindakan ini menunjukkan dukungan dan sinergi kinerja deradikalisasi yang dilaksanakan oleh BNPT, mesti diperkuat.

NASIONAL

Kamis, 08 Des 2022 08:53 WIB

Author

Muthia Kusuma

Pelaku Bom di Bandung Bekas Napiter, Setara: Deradikalisasi Mesti Diperkuat

Anggota Brimob Polda Jabar meminta warga mundur saat sterilisasi lokasi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Rabu (7/12/2022). ANTARA/Raisan Al Farisi

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta memperkuat kinerja deradikalisasi. Desakan ini disampaikan Ketua Setara Institute Hendardi, merespons bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung oleh bekas narapidana terorisme (napiter).

Hendardi menekankan, Setara mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut. Dia mendorong Polri segera memperoleh gambaran jejaring pelaku, guna kepentingan penanganan yang lebih akuntabel.

"Jika diasumsikan identitas pelaku yang telah beredar benar, pelaku adalah residivis kasus terorisme di 2017 dan telah bebas sejak Maret 2021. Jika benar, maka pesan utama peristiwa ini juga ditujukan pada kerja pascapenanganan tindak pidana terorisme, yakni pemasyarakatan dan deradikalisasi. Keberulangan tindakan ini menunjukkan dukungan dan sinergi kinerja deradikalisasi yang dilaksanakan oleh BNPT, mesti diperkuat," ucap Hendardi dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Hendardi menilai, aksi bom bunuh diri itu menyebarkan pesan bahwa terorisme adalah ancaman laten yang bisa terjadi kapan pun. Selain itu, juga dipicu banyak variabel dan bisa jadi tidak berhubungan dengan sasaran tindakan kejahatan itu.

Hendardi menyebut, sistem peringatan dini dan respons dini (EWERS) yang dikembangkan di daerah belum banyak membantu pemulihan terhadap eks teroris.

Padahal menurut Hendardi, pemerintah telah menerbitkan berbagai rencana aksi mencegah terjadinya kekerasan ekstremis.

Baca juga:

Dia medorong BNPT dan Polri mengefektifkan berbagai regulasi dan inisiasi untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

"Jika kerja hulu pencegahan intoleransi dan kerja hilir deradikalisasi tidak sinergis, maka potensi terorisme akan terus berulang. Dan sebagai institusi terdepan, Polri selalu akan menjadi sasaran utama tindakan kekerasan dan political revenge dari kelompok pengusung aspirasi politik intoleran. Kesatupaduan langkah berbagai institusi negara dibutuhkan untuk mengatasi kekerasan ekstremis yang berulang," sambungnya.

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung bernama Agus Sujarno alias Abu Muslim. Pelaku terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat.

"Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo,” ujar Listyo di Jalan Astana Anyar, Bandung, Rabu, (7/12/2022).

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending