Bagikan:

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Menggendong Dua Bom Panci

"Pelaku membawa dua bom yang berbentuk ransel. Yang pertama di punggung, yang kedua di depan dada. Namun yang meledak yang ransel punggung."

NASIONAL

Kamis, 08 Des 2022 14:10 WIB

bom panci

Foto udara sterilisasi TKP bom bunuh diri bom panci di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta - Mabes Polri menyebut bom yang meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung, berjenis bom panci.

Bom bunuh diri itu menewaskan pelaku dan satu anggota polisi. Anggota polisi yang meninggal adalah Aiptu Sofyan. Aiptu Sofyan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. 

Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan ledakan bom itu juga merusak bangunan polsek.

"Terkait dengan bom yang digunakan oleh pelaku bom bunuh diri merupakan jenis bom panci yang daya ledaknya mengakibatkan sebagian bangunan kantor Polsek Astana Anyar Polrestabes Bandung Polda Jabar mengalami kerusakan. Selain kerusakan terhadap benda atau bangunan, juga mengakibatkan korban jiwa," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (8/12/2022).

Polri juga merekam jejak Agus Sujatno sebagai pelaku bom panci Cicendo, Bandung pada 27 Februari 2017.

Agus Sujatno juga memiliki riwayat sebagai perakit bom panci dan memiliki bengkel kerja di rumahnya untuk merakit bom. Ia mendekam di Lapas Nusakambangan pada 2017 dan bebas bersyarat pada 2021.

Baca juga:


Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan menambahkan, pelaku membawa dua bom di punggung dan dada. Bom yang meledak merupakan bom yang berada di punggung.

"Pelaku membawa dua bom yang berbentuk ransel. Yang pertama di punggung, yang kedua di depan dada. Namun yang meledak yang ransel punggung. Ketika meledak, (bom) yang di dada terpental," jelasnya.

Saat ini polisi sudah memeriksa beberapa orang mulai dari anggota Polsek Astana Anyar, hingga keluarga pelaku. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang.

"Polri akan bertindak melindungi masyarakat dengan melakukan pengamanan dan sterilisasi," kata dia.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending