Bagikan:

Pariwisata Diprediksi Akan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi di 2023

"Dan ini memberi harapan bagi kita di kuartal ketiga penyediaan akomodasi dan makan minum ini tumbuh sebesar 17,83 persen, di mana di kuartal dua hanya tumbuh 9,76 persen"

NASIONAL

Kamis, 15 Des 2022 14:41 WIB

Author

Hoirunnisa

Pariwisata Diprediksi Akan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi di 2023

ilustrasi pergerakan wisatawan mancanegara di Indonesia. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memprediksikan pertumbuhan ekonomi di 2023 tetap kuat didorong oleh sektor pariwisata.

"Pertumbuhan ekonomi sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman adalah sektor yang erat kaitannya dengan pariwisata," kata Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakkan Hukum dan Ketahanan Ekonomi, Elen Setiadi saat mewakili Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2023 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

Elen menyebut, sektor sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman itu mengalami lonjakan tertinggi kedua setelah Transportasi dan pergudangan.

"Dan ini memberi harapan bagi kita di kuartal ketiga penyediaan akomodasi dan makan minum ini tumbuh sebesar 17,83 persen, di mana di kuartal dua hanya tumbuh 9,76 persen. Jadi ini adalah pertumbuhan kedua tertinggi setelah Transportasi dan Pergudangan sebesar 25 persen," katanya.

Baca juga:

Elen Setiadi menjelaskan, jika kedua sektor tersebut digabung, optimisme Indonesia akan pengembangan pariwisata di 2023 akan sangat kuat. Ditambah lagi, mayoritas lembaga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di kisaran 4,8 hingga 5,7 persen.

Indonesia perlu mewaspadai lima ancaman yang akan memicu permasalahan ekonomi di berbagai dunia di antaranya tensi geopolitik, inflasi dunia, krisis multisektor, kenaikan suku bunga global, dan risiko stagflasi, imbuh Elen Setiadi.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Badai PHK dan Tingginya Pengangguran

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Desakan Bikin Layanan Konsultasi Psikologi di Kampus

Most Popular / Trending