Bagikan:

Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 Paket Wisata Nusantara

Program '100 Pak Wisnu' dipromosikan melalui laman resmi promosi pariwisata Indonesia www.indonesia.travel.

NASIONAL

Selasa, 06 Des 2022 15:48 WIB

Author

Hoirunnisa

Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 Paket Wisata Nusantara

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan 100 Paket Wisata Nusantara untuk liburan Nataru. (Dok Kemenparekraf)

KBR, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan 100 Paket Wisata Nusantara (100 Pak Wisnu) menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Paket Wisata Nusantara ini bakal memperkaya informasi masyarakat mengenai destinasi liburan Nataru.

Sandi menargetkan, ada sekitar 1,4 miliar pergerakan perjalanan wisata selama momentum liburan Nataru.

"Nah saya ingin gunakan kesempatan ini, straight it while the iron is hot, mumpung besinya masih panas, kita tempa agar menambah pergerakan wisata nusantara dengan target 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan perjalanan wisata nusantara," kata Sandi saat konferensi pers, Senin (5/12/2022).

Kemenparekraf nantinya akan berkoordinasi dengan dinas pariwisata di semua provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi akan mengirimkan tiga paket wisata terbaiknya.

Selanjutnya, paket wisata itu akan dipromosikan ke dalam program '100 Pak Wisnu' melalui laman resmi promosi pariwisata Indonesia www.indonesia.travel.

Baca juga:

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut paket wisata religi paling diminati di provinsinya. Misalnya wisata ziarah kubur ke makam walisongo, dikunjungi 10 sampai 15 ribu orang.

"Jadi sebenarnya kalau kita melihat tempat ziarah-ziarah atau wisata religi ini enggak kalah, itu luar biasa. Jadi kalau pikniknya lokal, mereka banyak nabung. Apalagi kalau saat mereka berkunjung ke sana, di sana lagi ada selawatan itu tambah ramai lagi," katanya.

Ganjar menambahkan, Paket Wisata Nusantara untuk religi juga banyak diminati oleh penganut agama lain. Seperti umat Hindu di Lereng Gunung Lawu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending