Bagikan:

Kapolri: Pelaku Bom di Astana Anyar Bekas Napiter dan Terafiliasi JAD

Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo.

NASIONAL

Rabu, 07 Des 2022 15:33 WIB

Kapolri: Pelaku Bom di Astana Anyar Bekas Napiter dan Terafiliasi JAD

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di sekitar Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

KBR, Jakarta - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, bernama Agus Sujarno alias Abu Muslim. Pelaku terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat. Hal itu disampaikan Kapolri, saat meninjau lokasi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, siang tadi.

“Dari hasil pemeriksaan sidik jari dan kemudian juga face recognition, identik menyebutkan identitas pelaku adalah Agus Sujarno atau yang biasa dikenal dengan Agus Muslim. Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo,” ujar Listyo di Jalan Astana Anyar, Bandung, Rabu, (7/12/2022).

Listyo Sigit mengatakan, Agus Sujarno merupakan warga Bandung dan bekas narapidana kasus terorisme. Pelaku sempat dihukum selama empat tahun penjara di Lapas Nusakambangan. Namun tidak mengikuti program deradikalisasi secara sempurna.

"Artinya dalam tanda kutip masuk kelompok yang masih merah. Sehingga tentunya untuk proses deradikalisasi membutuhkan teknik dan taktik yang berbeda," jelasnya.

Listyo menuturkan, saat proses deradikalisasi, yang bersangkutan tidak kooperatif dan susah diajak bicara. Selama di penjara, selalu menghindar saat diajak komunikasi.

Kapolri menginstruksikan jajaran mencari kelompok yang terafiliasi dengan pelaku.

Baca juga:

Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Aswin Sipayung mengatakan, bom bunuh diri meledak saat petugas tengah apel pagi.

"Nah tiba-tiba ada seseorang laki-laki masuk ke polsek, mengacungkan senjata tajam, menerobos barisan apel pagi," kata Aswin.

Insiden bom bunuh diri itu menewaskan pelaku dan satu anggota polisi.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending