Bagikan:

Jokowi: Penggunaan Anggaran Pemilu Harus Cermat dan Efisien

Pemilu 2024 dilaksanakan dalam situasi ekonomi global yang suram dan penuh ketidakpastian.

NASIONAL

Jumat, 02 Des 2022 14:20 WIB

Author

Muthia Kusuma

Jokowi: Penggunaan Anggaran Pemilu Harus Cermat dan Efisien

Presiden Jokowi saat menyerahkan Bantuan Modal Kerja di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Jabar, Selasa (127/22). (Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan penggunaan anggaran Pemilu 2024 harus cermat dan efisien. Kepala Negara mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur skala prioritas dalam penggunaan anggaran.

Sebab menurut Jokowi, Pemilu 2024 dilaksanakan dalam situasi ekonomi global yang suram dan penuh ketidakpastian.

"Sekarang ini sudah 14 negara masuk sebagai pasiennya IMF untuk dibantu. Dulu 1997-1998 itu hanya lima negara sudah geger. Ini sudah 14 negara masuk jadi pasien. 20 negara mengantre lagi di depan pintunya IMF untuk minta juga bantuan dan ada 66 negara yang rentan untuk ikut mengantre lagi di depannya IMF," ucap Jokowi pada Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat, (2/11/2022).

Presiden menambahkan, penting untuk menjaga stabilitas ekonomi pada tahun-tahun politik menjelang Pemilu 2024. Sebab saat ini ekonomi Indonesia tengah berada pada posisi yang baik.

Baca juga:

Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang terbaik dibandingkan dengan negara-negara G20. Namun ia mewanti-wanti agar tetap waspada dan tidak keliru dalam mengambil kebijakan mulai dari skala kecil.

Jokowi juga mendorong KPU memperkuat pendidikan politik bagi para kontestan maupun masyarakat. Menurutnya, pemilu harus dilaksanakan dengan damai, jujur, dan berintegritas, serta menolak tindakan-tindakan tidak terpuji yang mencederai demokrasi. Semisal menyebar fitnah, ujaran kebencian, politik uang, dan lainnya.

"Kita harus mendorong kampanye berkualitas yang menyehatkan demokrasi kita, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mengedepankan politik adu ide atau gagasan, bukan politik adu domba," kata dia.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending