Bagikan:

FOMO Sapiens : #SemuaBisaKena KUHP dan Lelang 100 Pulau Indonesia?

"#SemuaBisaKena jadi salah satu tagar penolakan disahkannya RUU KUHP. Sementara, 100 pulau tropis di Kepulauan Widi, Maluku Utara, muncul pada situs lelang Sotheby's."

NASIONAL | RAGAM

Jumat, 09 Des 2022 15:51 WIB

Ilustrasi highlight berita sepekan. (FOTO : KBR)

KBR, Jakarta - #SemuaBisaKena menjadi salah satu tagar yang banyak dipakai warganet dalam unggahan yang isinya penolakan disahkannya Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). RUU KUHP yang disahkan pada Selasa (06/12/22) lalu, masih memuat pasal-pasal bermasalah. Apa saja? 

Munculnya sekira 100 pulau tropis di Kepulauan Widi, Maluku Utara pada situs lelang membikin kontroversi dan menarik perhatian masyarakat. Kok bisa ya pulau-pulau itu dijual?

1. #SemuaBisaKena KUHP

    KUHP yang disahkan pada Selasa (06/12/22) lalu masih memuat belasan pasal yang dinilai bermasalah dan berpotensi mengkriminalisasi masyarakat. Misalnya, pasal mengenai hubungan seks pranikah, peringanan pidana koruptor, larangan unjuk rasa, ketentuan hukuman mati, penghinaan terhadap presiden, dan lainnya. Selain itu, apalagi pasal-pasal yang bermasalah?

    Baca juga : Tolak RKUHP, Wapres: Silakan Uji di MK

    2. Lelang 100 Pulau Indonesia?

      Kepulauan Widi, Maluku Utara mulai menjadi perhatian publik setelah sekira 100 pulau di sana muncul dalam situs lelang Sotheby's. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyatakan penjualan pulau kecil memberikan dampak negatif dan mengecam ekosistem pulau kecil. Kok bisa pulau-pulau tersebut bisa dijual?

      Baca juga : KPA: Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo Jadi Upaya Perampasan Tanah Warga

      Dengarkan bahasan selengkapnya di FOMO Sapiens pekan ini bersama Ian Hugen dan Malika, akan ada juga obrolan terkait bom bunuh diri di Bandung.

      *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

      Kirim pesan ke kami

      Whatsapp
      Komentar

      KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

      BERITA LAINNYA - NASIONAL

      Kabar Baru Jam 7

      Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

      Kabar Baru Jam 8

      Kabar Baru Jam 10

      Kabar Baru Jam 11

      Most Popular / Trending