Bagikan:

DPR: Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik Mengada-ada

"Kami berharap pemerintah lebih fokus dalam membangun ekosistem green energy ini, lebih khusus adalah infrastruktur pendukungnya"

NASIONAL

Kamis, 01 Des 2022 17:45 WIB

DPR: Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik Mengada-ada

ilustrasi kendaraan listrik

KBR, Jakarta - Anggota Komisi yang membidangi Energi DPR atau Komisi VII, Mulyanto, menyebut wacana pemberian subsidi pembelian motor dan mobil listrik terlalu mengada-ada. Sebab, wacana itu hanya akan menguntungkan pengusaha sementara masyarakat kecil tidak mendapat keuntungan.

"Bagi kami, subsidi kepada pembelian mobil atau motor listrik lebih menguntungkan pengusaha. Kami berharap pemerintah lebih fokus dalam membangun ekosistem green energy ini, lebih khusus adalah infrastruktur pendukungnya. Jangan sampai ketika mobil listriknya dibeli masyarakat, maka ekosistemnya belum terbentuk," ujar Mulyanto kepada KBR, Kamis (1/12/2022).

Mulyanto juga meminta pemerintah tidak mengobral janji soal subsidi tersebut, mengingat anggaran negara tengah kurang baik.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mendorong pemerintah mensubsidi hal lain yang lebih penting dibandingkan pembelian kendaraan listrik. Apalagi menurutnya, wacana subsidi tersebut tidak relevan dengan tujuan utama memasyarakatkan penggunaan energi hijau.

"Hal yang perlu diprioritaskan Pemerintah dalam mengembangkan penggunaan energi hijau adalah membangun ekosistem dan infrastruktur yang komprehensif," jelas Mulyanto.

Baca juga:

Ia bahkan khawatir kebijakan itu akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat, karena pemerintah bukannya mensubsidi masyarakat kecil, tapi malah mensubsidi kalangan mampu dan pengusaha.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan memberikan subsidi pembelian motor listrik, mulai tahun depan.

Besaran subsidi untuk motor listrik itu dikabarkan mencapai Rp6,5 juta.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending