Bagikan:

Awan Panas Semeru, Hampir 2 Ribu Warga Mengungsi

"BPBD beserta para personel TNI polri sudah mengkondisikan dan mengevakuasi masyarakat "

NASIONAL

Senin, 05 Des 2022 09:41 WIB

Seorang Pendaki Gunung Argopuro Meninggal karena Kedinginan

Rumah tertimbun dampak awan panas Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Lumajang, Jatim, Senin (05/12/22). (Antara/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung  Semeru, Luamajang, Jawa Timur Minggu (4/12). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo.

Sementara itu, wilayah yang terdampak APG Gunung Api Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, sampai Minggu sore situasi secara umum di sekitar Gunung Semeru Jawa Timur sudah terkendali.  

"Jadi dari dini hari tadi BPBD beserta para personel TNI polri sudah mengkondisikan dan mengevakuasi masyarakat untuk lansia. Dari hasil komunikasi kami dengan perangkat daerah di Lumajang yaitu sudah dievakuasi. Kemudian untuk masyarakat secara umum pada saat ini juga sudah berkumpul dan dikondisikan di titik-titik kumpul sebelum nantinya dievakuasi, jika kondisi memang mengharuskan untuk evakuasi," kata Abdul dalam keterangan yang diterima KBR, Minggu (4/12/2022).

Baca juga:

Hingga Minggu (4/12) petang, BNPB belum menerima laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi.

Sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.

Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial.
Abdul mengatakan,   tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi.

"Kita harapkan situasi segera kondusif, saat ini sedang hujan juga di Lumajang, semoga hujan abu yang tadi siang terjadi dengan hujan ini bisa segera clear kembali, bisa segera cerah kembali, dan aktivitas masyarakat kita harapkan bisa kembali normal, dan tidak ada hal-hal yang kemudian berdampak signifikan baik itu kerusakan bangunan ataupun korban," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending