Wapres: Literasi Dukung Capaian Ekonomi dan Keuangan Syariah

"Naik menjadi 20,1 persen, dari sebelumnya 16,3 persen. Kenaikan ini perlu kita syukuri, tapi tentunya masih jauh, masih perlu didorong, karena baru 20,1 persen,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Des 2021 13:39 WIB

Author

Kurniati

Wapres: Literasi Dukung Capaian Ekonomi dan Keuangan Syariah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Youtube Setwapres)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut capaian ekonomi dan keuangan syariah tidak terlepas dari penguatan ekosistem pendukung, utamanya aspek literasi.

Maruf mengatakan survei Bank Indonesia menunjukkan literasi ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan peningkatan.

"Naik menjadi 20,1 persen, dari sebelumnya 16,3 persen. Kenaikan ini perlu kita syukuri, tapi tentunya masih jauh, masih perlu didorong, karena baru 20,1 persen," katanya saat memberikan Keynote Speech "Evaluasi Kebijakan Ekonomi Syariah di Indonesia 2021 dan Prospeknya di 2022" yang diunggah di Youtube Setwapres, Jumat (3/12/2021).

Maruf Amin menyatakan, pemerintah terus meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) juga tengah menyusun konsep pemberian penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil memajukan ekonomi dan keuangan syariah," kata dia.

Saat ini pertumbuhan total aset keuangan syariah di Indonesia mencapai 17,3 persen year on year, atau senilai Rp1.900 triliun per September 2021.

Berita lainnya:

Pemerintah, tambah Maruf, juga akan memperkuat arah kebijakan dan rencana aksi ekonomi dan keuangan syariah.

"Seperti penguatan ekosistem halal value chain, terutama sektor pertanian yang terintegrasi dengan makanan halal dan fesyen muslim," pungkas Wapres.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga