Bagikan:

Uji Kompetensi Eks Pegawai KPK Rampung, Polri Tunggu NIK dari BKN

Kompetensi tersebut akan menjadi pertimbangan penempatan jabatan mereka.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 08 Des 2021 17:21 WIB

Asesmen eks pegawai KPK di Mabes Polri

Salah satu pegawai yang tak lolos TWK menunjukkan surat untuk Presiden Jokowi di trotoar Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/09). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Mabes Polri telah menyelesaikan proses asesmen atau uji kompetensi eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kepolisian. Ada 44 eks pegawai KPK yang sudah menjalani uji kompetensi di Gedung TNCC Mabes Polri, Selasa, 7 Desember 2021. Mereka antara lain Novel Baswedan dan Yudi Purnomo.

Juru bicara Mabes Polri Rusdi Hartono mengatakan saat ini kepolisian sedang berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk penetapan nomor induk kepegawaian (NIK).

"Nanti, setelah ada NIK-nya akan ada proses kelanjutannya, yakni pengangkatan para eks-pegawai KPK ini menjadi ASN Polri. Ini sedang dipersiapkan oleh staf Sumber Daya Manusia Polri," kata Rusdi kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Baca juga:

Juru bicara Mabes Polri Rusdi Hartono menambahkan, puluhan eks pegawai KPK itu akan ditempatkan sesuai kompetensi masing-masing. Seperti penyidikan, penyelidikan, hingga bagian SDM. Kompetensi tersebut akan menjadi pertimbangan penempatan jabatan mereka.

"Penempatan daripada eks pegawai KPK ini tidak akan keluar dari apa yang menjadi kompetensi eks pegawai KPK tersebut. Ada sebagai penyidik, penyelidik, sumber daya manusia, perencanaan, dan sebagainya," ujarnya.

Rusdi belum bisa memastikan jadwal pelantikan puluhan eks pegawai KPK. Namun, dia menjamin prosesnya akan dilakukan sesegera mungkin.

Puluhan eks pegawai KPK itu sebelumnya dipecat dari lembaga antirasuah karena tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam asesmen alih status menjadi ASN. Pemecatan itu menuai pro dan kontra.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7