Bagikan:

Tahun Ini, Tren Pasar Modal Syariah Bertumbuh 2,72%

"Untuk compliance syariah, pangsa pasarnya berkisar 54,12 persen. Jadi, itu artinya mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sudah ada compliance syariah."

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Senin, 20 Des 2021 20:41 WIB

Author

Ranu Arasyki

Tahun Ini, Tren Pasar Modal Syariah Bertumbuh 2,72%

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR, Jakarta - Meski masih di bawah bayang-bayang pandemi, tren pertumbuhan saham syariah pada tahun ini mengalami kenaikan. 

Meski tidak signifikan, jumlah saham syariah per September 2021 bertumbuh 2,72 persen, setelah sempat terseok pada 2020 hingga minus 0,90 persen.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyebut, data per September 2021 menunjukkan jumlah saham syariah mencapai 54,12 persen atau 453 saham dari seluruh saham di pasar modal, dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp 3,59 ribu triliun.

"Untuk compliance syariah, pangsa pasarnya berkisar 54,12 persen. Jadi, itu artinya mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sudah ada compliance syariah. Meskipun dari segi nilai kapitalisasi pasar hanya 46,64 persen atau sekitar 47 persen," kata Sutan Emir Hidayat, pada acara Inclusive Employment Through Sharia Economy, Senin (20/12/2021).

Emir menguraikan, market share sukuk korporasi mencapai 21,25 persen atau Rp37,16 triliun dengan 899 lebar saham, disusul mutual fund mencapai 13,12 persen atau Rp41,31 triliun atau 2.180 lembar saham. Sementara, nilai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai Rp1,15 ribu triliun atau 28,46 persen dengan 253 lembar saham.

Baca Juga:

“Saya beri tahu Anda satu hal, sukuk negara Indonesia, juga kami memiliki sukuk hijau. Bisa dibayangkan di mana Anda dapat menemukan sukuk yang merupakan surat berharga negara yang aman, dan pada saat yang sama juga green yang sejalan dengan sustainability. Jadi, saya rasa ini kesempatan yang baik bagi Anda daripada misalnya menginvestasikan uang anda bukan di negara Anda sendiri, sehingga anda dapat berinvestasi dan berkontribusi pada pembangunan negara dengan berinvestasi di sukuk," ujarnya.

Pernyataan itu ia sampaikan untuk mengajak investor asing dan domestik untuk berinvestasi di pasar modal syariah dan sukuk. Menurut Emir, jika melihat tren dari 2016 hingga 2021, jumlah saham syariah tampak bertumbuh. Per Maret 2021, Total investor saham syariah mencapai 93,8 ribu investor, dengan investor aktif mencapai 20,2 ribu atau 21,6 pesen.

Bank & IKNB Syariah

Berdasarkan catatan Emir, aset perbankan syariah per September 2021 mencapai Rp646,21 triliun atau 6,52 persen dari total keseluruhan aset perbankan, yakni Rp9.91 ribu triliun. Angka ini merangkak dari posisi di 2019 yang mencapai Rp538,32 triliun.

Sementara, aset Institusi Keuangan NonBank (IKNB) sebesar Rp117,83 trilun atau 4,26 persen dari total aset Rp2,7 ribu triliun, sedangkan aset capital market syariah Rp1,12 ribu triliun atau 17,88 persen dari total capital market, yakni Rp6,8 ribu triliun.

Per September 2021, aset industri asuransi syariah dan multifinance syariah mengalami penurunan, kendati tidak terlalu besar. Aset asuransi syariah per September 2021 mencapai Rp43,6 triliun, atau turun dari posisi 2019 sebesar Rp45,45 triliun. Demikian dengan multifinance syariah yang mencapai Rp22,28 triliun, atau turun dari 2019 sebesar Rp27,19 triliun.

Baca Juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan