Bagikan:

Sebelum Vaksinasi Anak, ITAGI: Target Dewasa dan Lansia Harus Tercapai Dulu

"Karena kalau dewasa belum selesai itu kan penularannya masih terjadi. Terus ini penyakitnya ini masih belum hilang. Sebetulnya memang seharusnya diselesaikan dulu,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Des 2021 16:21 WIB

Author

Heru Haetami

Sebelum Vaksinasi Anak, ITAGI: Target Dewasa dan Lansia Harus Tercapai Dulu

ilustrasi vaksinasi kepada anak. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kelompok Penasihat Teknis untuk Imunisasi Indonesia atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menyarankan vaksinasi covid-19 untuk anak 6 hingga 12 tahun diberikan pada daerah yang telah mencapai target vaksin usia dewasa dan lanjut usia.

Menurut Ketua ITAGI, Sri Rezeki Hadinegoro, hal itu untuk memastikan tidak terjadinya ketimpangan vaksinasi di setiap wilayah di Indonesia.

"Makanya sekarang dikasih kriteria. Minimal dosis satu 70 persen. Jadi dia harus menyelesaikan itu dulu. Kemudian lansianya 60 persen dan sekarang diberikan kesempatan untuk menyelesaikan itu kemudian di tahun depan baru dia menyambung ke anak. Vaksinasi anak ini bertahap," kata Sri Rezeki ketika dihubungi KBR, Senin (13/12/2021).

Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan, capaian vaksinasi untuk kelompok dewasa saat ini penting untuk memastikan terbentuknya kekebalan kelompok dalam satu wilayah. Apalagi, capaian vaksinasi kelompok lanjut usia masih tertinggal.

"Karena kalau dewasa belum selesai itu kan penularannya masih terjadi. Terus ini penyakitnya ini masih belum hilang. Sebetulnya memang seharusnya diselesaikan dulu," jelasnya.

Pilihan Redaksi: 

Selain itu, ITAGI juga menyatakan tidak perlu perlakuan khusus terkait pelaksanaan vaksinasi anak. Vaksinasi covid-19 untuk usia 6 hingga 12 tahun, kata Sri Rezeki, tidak jauh berbeda dengan vaksinasi untuk usia 13 hingga 17 tahun.

"Sebetulnya vaksin untuk anak 6-11 tahun sudah biasa ya. Selama ini kan sudah rutin pemberian vaksin-vaksin yang lain. Sebetulnya ini tidak seperti orang dewasa. Ibu-ibu juga sudah pada tahu lah apa yang harus dikerjakan. Karena di sekolah SD itu ada programnya juga. Jadi sebetulnya ngga ada yang istimewa untuk vaksinasi covid-19 ini," ungkapnya.

Namun, kata dia, pemberian vaksin covid-19 tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama anak dengan penyakit bawaan atau komorbid.

"Sebaiknya juga anak didampingi orang tua saat pelaksanaan vaksinasi," kata Sri Rezeki.

Sementara terkait efek dari vaksin Sinovac, Sri Rezeki memastikan vaksin produksi Cina itu tidak membuat efek samping, atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang berat.

"Sinovac biasanya ringan ya. Hanya agak bengkak dan memerah di tempat suntikan, satu dua hari bisa hilang. Kalau demam, tidak banyak juga anak yang mengalami," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending