Bagikan:

Satgas Pangan Klaim Pantau Stok dan Kebutuhan Sembako di Pasaran

"Satgas pangan masih berjalan Polri dengan instansi terkait lainnya memantau memastikan bahwa barang-barang yang ada di masyarakat dan juga harga-harga dengan aturan yang berlaku"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Des 2021 20:25 WIB

Satgas Pangan Klaim Pantau Stok dan Kebutuhan Sembako di Pasaran

ilustrasi penjualan cabai di pasar tradisional. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kepolisian menyatakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan terus memantau perkembangan stok dan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, Rusdi Hartono mengatakan, Satgas akan terus bekerja memantau situasi pangan di lapangan.

Kata dia, Satgas akan menindak oknum yang berani menaikkan harga di luar batas wajar ataupun menimbun stok pangan.

"Satgas pangan masih berjalan Polri dengan instansi terkait lainnya memantau memastikan bahwa barang-barang yang ada di masyarakat dan juga harga-harga dengan aturan yang berlaku. Barang ada, harga juga harus sesuai dengan aturan tidak ada yang melakukan aktivitas spekulasi yang melanggar hukum nantinya tentu Satgas akan bertindak," ujar Rusdi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2021).

Berita lainnya:

Sebelumnya, Kepala Satgas Pangan Mabes Polri, Whisnu Hermawan menyampaikan, kenaikan harga sembako lebih banyak disebabkan faktor alam.

Berdasarkan penelusuran Satgas Pangan Polri, ada beberapa faktor penyebab kenaikan harga pangan, seperti bencana alam serta curah hujan yang tinggi. Hal itu juga yang mengakibatkan petani mengalami gagal panen.

Saat ini, harga sejumlah bahan pokok seperti cabai rawit, telur ayam, dan minyak goreng meroket di sejumlah daerah.

Misalnya saja harga minyak goreng kemasan rata-rata Rp20.350 per kilogram, telur ayam ras mencapai Rp29.500 per kilogram dan cabai rawit merah yang mencapai telah melebihi angka Rp100 ribu per kilogram.

Sementara Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim pemerintah terus menstabilkan harga pangan, di akhir 2021.

Salah satunya, kata dia, melalui Operasi Pasar di sejumlah pasar tradisional.

"Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sembako dengan harga khusus yang lebih murah," katanya dikutip dari Antara.


Editor: Kurniati Syahdan


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua