Bagikan:

Penerima "Booster" Vaksin Bukan Nakes, Satgas Ingatkan Pengawasan

"Ditemukannya pelaksanaan vaksinasi booster selain kepada kelompok tenaga kesehatan diharapkan jadi pembelajaran bagi kita semua, baik terkait dengan pengawasan maupun sikap tenggang rasa,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Des 2021 00:54 WIB

Author

Heru Haetami

Penerima

Petugas kesehatan saat menerima vaksin dosis ketiga atau booster di RSUD Palangkaraya, Jumat (6/8/21). (Foto: Antara/Makna Zaezar)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pengawasan seluruh pihak terhadap pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau suntikan penguat (booster) untuk tenaga kesehatan.

Adanya pemberian booster di luar tenaga kesehatan, kata Wiku, harus menjadi pembelajaran.

"Ditemukannya pelaksanaan vaksinasi booster selain kepada kelompok tenaga kesehatan diharapkan jadi pembelajaran bagi kita semua, baik terkait dengan pengawasan maupun sikap tenggang rasa," katanya saat konferensi pers secara daring, Kamis (23/12/2021).

Wiku mengungkapkan, ke depan, pemerintah berharap vaksinasi dilakukan sesuai prosesur yang semata-mata dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Pemerintah, kata dia, berencana memberikan booster vaksin per 1 Januari 2022 mendatang.

"Atau setelah penetapan penggunaan darurat (EUA) vaksin booster oleh Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM)," ungkap Wiku.

Berita lainnya:

Jadwal program vaksinasi booster serentak ini, lanjutnya, akan ditetapkan setelah target cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua yang menjadi ketetapan Badan Kesehatan Dunia (WHO), dipenuhi Pemerintah Indonesia, Desember ini.

Wiku menambahkan, saat ini pemerintah tengah menfinalisasi keseluruhan aspek dari program booster vaksinasi covid-19. Mulai dari sasaran prioritas, penerima, skema program, waktu kerja (timeline) penyuntikan dan sumber penganggarannya.

"Pemerintah akan segera mengumumkannya kepada publik jika sudah rampung," imbuhnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending