Penanganan Erupsi Semeru, Instruksi Presiden, dan Kendala Evakuasi

Lima korban meninggal belum teridentifikasi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Des 2021 09:04 WIB

Erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Tmur.

Warga Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur melakukan evakuasi akibat aktivitas awan panas guguran Gunung Semeru, Sabtu, 4 Desember 2021. Istimewa

KBR, Jakarta- Belasan orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Data korban meninggal itu tercatat per kemarin, Minggu, 5 Desember 2021.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dari belasan korban tewas tersebut lima orang di antaranya belum teridentifikasi. Juru bicara BNPB Abdul Muhari mengatakan korban luka berat maupun ringan mencapai 50-an orang.

"Jumlah total korban ini bertambah satu orang dari rilis yang kita keluarkan tadi siang 12.30 di posisi 13 orang, saat ini pada posisi 14 korban meninggal. Kemudian untuk perkembangan data korban luka berat di Rumah Sakit Dr Haryoto itu berjumlah 8 orang, RSUD Pasirian 16 orang, RS Bhayangkara 3 orang, Puskesmas Penanggal 8 orang. Dengan total korban luka berat 35 orang," ujar Abdul, dalam konferensi pers BNPB, Minggu (05/12/21).

Juru bicara BNPB Abdul Muhari menambahkan, jumlah warga terdampak erupsi Semeru mencapai 5 ribu jiwa. Hingga Minggu malam (5/12), sudah ada 1.300 warga yang berada di pengungsian di Kabupaten Lumajang.

BNPB tengah mendata masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya akibat erupsi. Selain rumah, erupsi juga menghancurkan beberapa fasilitas umum seperti sekolah.

Instruksi Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya melakukan langkah penanganan tanggap darurat. Perintah presiden itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Kata dia, Presiden menginstruksikan jajarannya bergerak cepat.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada kepala BNPB, kepada kepala Basarnas, menteri sosial, menteri kesehatan, menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, dan juga kepada panglima TNI, kapolri, gubernur, dan bupati, untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban yang luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana," kata Pratikno dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menambahkan, Presiden juga menginstruksikan bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logistik, dan kebutuhan dasar pengungsi, segera dipenuhi.

Selain itu, kepala negara juga menginginkan perbaikan infrastruktur yang terdampak, bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Presiden mengimbau masyarakat waspada, mengingat Indonesia berada di wilayah cincin api, sehingga rawan terjadi bencana.

Gubernur Jatim Berkantor di Lumajang

Merespons perintah presiden, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan berkantor di Kabupaten Lumajang untuk mengkoordinasi langsung proses evakuasi dan penanganan warga terdampak erupsi.

Saat mengunjungi lokasi, Khofifah meminta PLN segera memperbaiki gardu listrik yang masih rusak. Ia memerintahkan BPBD dan dinas sosial setempat terus mengirim bantuan tenaga hingga logistik untuk penanganan warga terdampak erupsi.

Dia mengklaim, ratusan paket bantuan untuk pengungsi sudah dikirim sejak Sabtu malam (4/12). Paket bantuan yang dikirimkan berupa beras, lauk pauk, makanan tambah gizi, selimut, baju anak-anak, dan sembako.

"Ini menjadi bagian penting, akses elektrifikasi bagi daerah terdampak. Supaya proses evakuasi bisa dilakukan lebih komprehensif. Kalau misalnya tidak ada akses listrik kan evakuasi agak susah dilakukan pada malam hari," kata Khofifah, Minggu (5/12)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai pasokan listrik sangat penting untuk memastikan proses tanggap darurat terus berjalan. Khofifah juga meminta Pertamina memastikan bahan bakar minyak (BBM) tersedia di tiap-tiap SPBU.

Kendala Evakuasi

Sementara itu, evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Semeru terkendala aliran lahar panas dan cuaca. Salah satu relawan, Tyo, mengatakan hingga kemarin sore masih ada korban tewas yang belum dievakuasi.

Perwakilan relawan Tyo menambahkan, pemerintah bersama tim relawan tengah fokus pada proses evakuasi korban dan pembukaan akses jalan. Tenaga evakuasi dan alat pendukung sudah disiapkan. Namun, hingga kemarin (4/12), evakuasi masih terkendala cuaca yang tidak mendukung.

"Sampai jam 10.30 tadi, kami dapat informasi bahwasanya ada satu korban yang masih terjebak. Jenazahnya itu di area aliran lahar itu. Cuma tim evakuator belum berani untuk eksekusi mengevakuasi korban, jenazah korban. Karena laharnya masih mengeluarkan asap, jadi diindikasikan masih panas. Sehingga nggak berani untuk turun ambil jenazah," ujar Tyo saat dihubungi KBR (05/12/21).

Tyo mendorong pemerintah memperhatikan kebutuhan warga di pengungsian. Sebab, akses air bersih, makanan, hingga popok anak, masih terbatas.  

Status Waspada

Gunung Semeru di Jawa Timur, erupsi pada Sabtu (4/12). Gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan semburan awan panas. Situasi itu membuat sejumlah warga di sekitar lereng gunung berlarian menyelamatkan diri.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter.

Diperkirakan erupsi atau guguran awan panas kemungkinan besar masih akan terjadi. Pasalnya hingga kemarin (4/12), terjadi dua kali erupsi susulan. Saat ini, status Semeru masih di level II atau waspada. 

Baca juga: 

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Bersiap Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna dan Dipasangi Chip