Bagikan:

Pemulihan Ekonomi RI di Masa Pandemi Lebih Cepat Dibanding Saat Krisis Ekonomi

Dengan resiliensi sektor keuangan, dunia usaha, dan instrumen serta kebijakan pemerintah yang responsif, dalam waktu satu setengah tahun Indonesia kembali kepada pre- Covid-19 GDP level.

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 15 Des 2021 15:02 WIB

Author

Ranu Arasyki

Pemulihan Ekonomi RI di Masa Pandemi Lebih Cepat Dibanding Saat Krisis Ekonomi

Warga melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR,Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim perekonomian Indonesia mampu menunjukkan pemulihan sejak dihantam Covid-19 dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir. 

Menurut dia, pemulihan ekonomi itu bahkan lebih cepat dibandingkan saat terjadinya krisis moneter pada 1997-1998 yang memakan waktu hingga empat tahun. 

"Jika melihat dan dibandingkan situasi pada saat Indonesia menghadapi krisis pada 1997-1998 dibutuhkan empat tahun untuk memulihkan ekonomi kita sampai kepada level GDP pre-crisis," kata Sri Mulyani pada acara Sherpa Track-Finance Track G20: Working Lunch, Rabu (15/12/2021). 

Dia mengatakan, dengan resiliensi sektor keuangan, dunia usaha, dan instrumen serta kebijakan pemerintah yang responsif, dalam waktu satu setengah tahun Indonesia kembali kepada pre- Covid-19 GDP level.

Baca Juga:

Lebih lanjut, kata Sri, jika berkaca pada sisi penciptaaan kesempatan kerja, dalam kurun waktu 12 bulan terakhir tingkat pengangguran tampak mengalami penurunan. 

Tingkat pengangguran dapat ditekan hingga level 6,5 persen, setelah sempat melonjak di atas 7,1 persen.

"Hal ini akan kita dukung dari sisi APBN sebagai instrumen fiskalnya. Dan kami untuk tahun 2021 yang tinggal 15 hari terakhir, kita harapkan momentum pemulihan ekonomi akan menguat dan APBN kita juga akan mengalami penyehatan. Sehingga tahun 2022 kita harap pemulihan ekonomi akan makin terakselerasi dan APBN juga bisa terkonsolidasi secara bertahap," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7