KBR, Jakarta- Satgas Penanganan COVID-19 menyesalkan tingginya tren perjalanan internasional di tengah ancaman virus korona varian Omicron. Juru bicara Satgas Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan terjadi di pintu masuk seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Batam Center, dan Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kalimantan Barat. Padahal ancaman penularan dari luar negeri masih tinggi.
"Sayangnya di tengah ancaman Omicron dan upaya mempertahankan kondisi kasus yang terkendali, dalam dua bulan terakhir ini tren pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia justru meningkat. Di bandara, tren kenaikan kedatangan tampak di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Yang pada Bulan Oktober berada pada kisaran 1.000-2.000 kedatangan, mencapai sekitar 4 ribu pada Bulan Desember ini," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (21/12/2021).
Juru bicara Satgas Wiku Adisasmito menyebut, varian Omicron sudah menyebar ke puluhan negara di dunia. Bahkan varian ini juga menyebar cepat di negara dengan cakupan vaksinasi tinggi. Kata Wiku, penyebaran varian ini menunjukkan ada ancaman nyata yang harus disikapi dengan hati-hati.
Baca juga:
- Omicron Menggila, Daftar Negara Dilarang Masuk ke Indonesia Bertambah
- Pemerintah Pertimbangkan Tambah Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional
"Perubahan karakteristik varian Omicron yang berpotensi memperparah kondisi pandemi dunia masih terus diteliti. Hasil penelitian awal gejala yang ditunjukan varian ini cenderung ringan. Sedangkan dampaknya pada vaksin dan alat uji diagnostik masih ditelaah lebih lanjut," ujarnya.
"Fenomena ini seyogyanya dijadikan pembelajaran bersama bahwa strategi vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri," sambung Wiku.
Dia meminta pelaku perjalanan internasional mematuhi aturan karantina untuk mencegah lagi masuknya Omicron ke tanah air. Indonesia kini sudah melaporkan tiga kasus Covid-19 dari varian Omicron. Salah satunya ialah seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.
Editor: Sindu